Rangkuman Film Pirates Of Silicon Valley

0

Nama                          : Rifa Sa’yan Rahayu

NIM                            : 04.10.2519

Kelas                           : B/KP/V

Tanggal Nonton        : 27 September 2012

Jam                             :19:05 – 20:59

Film                            : Pirates of silicon Valley

Pirates Silicon Valley ini menceritakan kisah nyata karier seorang Steven Jobs yang mencetus kan Apple Computers Inc. Dan Bill Gates pencetus microsoft. Film ini menceritakan persaingan yang hebat diantara mereka untuk mendapatkan suatu penemuan terhebat yang mereka buat dengan sistem dan cara yang jenius.

Cerita awalnya Steve Jobs dan Steve Wozniak menuntut ilmu di universitas yang berapa di California yaitu di Berkeley, Pada saat itu tahun  1971 terjadi demo yang menuntut “kebebasan berbicara” dan menentang dan menyatakan tidak seuju atas  keterlibatan  Amerika Serikat dalam perang Vietnam. Saat itulah Steve dan Wozniak sedang melakukan eksperimen, mereka berdua dibantu Captain Crunch, seorang yang diklaim aneh tapi juga pahlawan di Berkeley.

Pada saat itu mereka ingin menciptakan kotak biru, mirip telepon jaman dahulu,  tetapi dapat menelepon gratis tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Saat itu juga Steve Jobs bermimpi untuk mengembangkan kotak biru itu dengan cara mrnjual kotak biru tersebut, saat iru lah dia berfikir bahwa informasi adalah kunci paling penting dalam menguasai dunia.

Namun malang suatu hari mereka hampir tertangkap polisi karena kotak birunya tersebut yang dianggap ilegal dan tidak ada standard resmi dari negara mereka. Setelah itu Wozniak berfikir untuk tidak membuat sesuatu yang ilegal dan beresiko, akhirnya Wozniak dan Steve Jobs membuat komputer pertamanya, pada saat pembuatan komputer pertamanya,  komputer mereka terbakar karena mengalami konsleting kabel. Hal tersebut tidak membuat mereka menyerah, namun semakin terpacu untuk membuat ide-ide besar yang akan membawa perubahan besar pada dunia dalam dunia teknologi.

Dalam perjalanan usaha mereka tidak berjalan mulus begitu saya, dari awal perjalanannya saja mereka mengalami kebangkrutan, dan mereka memutuskan untuk menghentikan dahulu usaha komputernya selama seminggu, dan mereka mencari pekerjaan untuk menambah modal biaya usaha mereka dengan menjadi badut ajakkan dari Arlene pacar dari Steve Jobs tidak ketinggalan Wozniak pun ikut dalam pekerjaan tersebut, namun Steve Jobs tidak menyukai pekerjaan tersebut yang membuatnya sperti Alice in The Wonderland.

Dilain sisi Bill Gates dan Paul Allen menjalani hidup yang begitu santai dengan menciptakan microsoft yang tidak dikenal oleh banyak orang. Kemudian pada suatu saat, mereka melihat peluang untuk membuat bahasa pemrograman yang akan mereka jual ke perusahaan MITS yang memproduksi sebuah  ALTAIR di Albuquerque, pada saat itu Paul lah yang pertama kali datang ke perusahaan MITS untuk menawarkan bahasa pemrograman yang akan dijualnya kepada MITS, yaitu berupa bahasa FORTRAN yang gunanya untuk mengoperasikan  ALTAIR . usaha mereka tidaklah sia-sia karena MITs menerima hasil karya mereka dan memberikan mereka hadiah. Namun Bill Gates khawatir pihak MITs mengetahui bahwa kantor mereka hanyalah motel dengan keadaan kumuh dan tidak layak untuk ditempati dan mereka hanya memiliki dua karyawan saya di motel tersebut.

Keseriusan mereka dalam mencari modal biaya untuk usaha terbesarnya dalam mengembangkan microsft mereka menyewakan motelnya untuk tempat bermaksiat, hal tersebut sangat menguntungkan mereka dalam meraih uang dari hasil penyewaan tersebut.

Sementara dilain sisi orang hebat seperti Bill Gates ada Steve Jobs lebih memukau dunia saat itu ,dia dan Steve Wosniak membuat prototype sebuah komputer . Mereka memamerkan komputernya yang dilengkapi dengan monitor dalam sebuah grup pecinta komputer dan mendapatkan order pertama 50 unit. Mereka berdua beruntung juga , setelah berkali-kali mencari modal baik berupa pinjaman dari Bank serta menjual Mobilnya, akhirnya suatu hari datanglah Mike Markula, seorang Pegawai Intel Corporation, saat itu dia tengah mencari peluang bisnis , dan dia menawarkan 250ribu dollar untuk proyek Apple , merekapun mulai proyek Apple  dengan lebih professional,  hingga pada suatu hari di sebuah pameran komputer Apple benar-benar membuat para pengunjung terpukau dengan hasil karya dan kagum akan komputer Apple, Dari sinilah Apple bermula dan berkembang Cepat hingga mereka mampu mendirikan kantor dan menerbitkan Apple II ke pasar yang mampu bersaing dengan IBM.

Sisi lain dari kehidupan Pribadi  Steve Jobs yaitu disaat masa kejayaannya sedag diatas puncak dia melupakan orang terdekatnya yaitu Arlene yang telah dia hamili, namun Jobs menganggap bahwa anak tersebut bukanlah anaknya dan ibu hanya ambisi Arlene untuk menjadi seorang ibu, sejak itupun Arlene pndah ke Oregon dan jauh dari Steve Jobs. Tak lama kemudian anaknyapun lahir dan Jobs menjenguk anaknya dan diberi nama Lisa.

Sementara itu Bill Gates masih berkutat dengan Microsoft belum bisa tumbuh seperti yang diharapkannya, melihat Apple yang telah sukses dan membuat IBM seperti kalah bersaing, Bill Gates pun berfikir, bagaimana caranya agar IBM membutuhkannya, Akhirnya Bill Gates membuat karya yang besar dengan memutuskan untuk bekerja sama dengan IBM. merekapun segera menjalankan niat tersebut dengan mendatangi Kantor IBM, Bill Gates menawarkan seperangkat sistem operasi yang ia klaim mampu berintegrasi dengan komputer buatan IBM. Yang Ia menamainya dengan sebutan DOS (Disk Operating System). Namun sebenarnya Bill tak pernah membuat satu sistem operasi apapun. Dengan pintarnya Bill Gates dengan bantuan Paul berhasil membeli sistem operasi dari Seatle  dengan harga 50 ribu Dollar kemudian mengutak-atik dan menyempurnakannya dan kemudian menjualnya ke IBM dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Dari sanalah Microsoft mulai dikenal oleh banyak orang dengan teknologi yang sangat baik. Steve Jobs pun tak tinggal diam, untuk bisa terus mendahului dan berada diatas dari  IBM di pasar komputer dia butuh lebih dari sekadar inovasi biasa yang harus dimilikinya untuk tetap bisa menguasai pasar Apple yang telah terkenal. Akhirnya Apple menerbitkan Lisa, sebuah komputer yang dia beri nama seperti nama anak pertamanya. Lalu dengan geniusnya  Jobs memanfaatkan proyek gagal dari perusahaan Xerox berupa teknologi mouse dan GUI (Graphic User Interface). Ia menggagas pembuatan komputer pribadi yang ia beri nama Macintosh. Mengetahui komputer keluaran terbaru dari Apple yaitu Lisa, Bill Gates pun tak bisa diam begitu saja mengetahui keberhasilan Steve Jobs yang sangat cemerlang. Dia mengambil langkah berani dengan mengajak Jobs bekerja sama dengan tujuan utama mempelajari teknologi Grafis dan Sistem Operasinya, sungguh beruntung Bill Gates dan rekan-rekannya, niatnya hanya menginginkan Lisa, namun Macintosh pun didapatnya, Microsoft mendapatkan  3 prototype dari Apple dan hal ini sangat menguntungkan dari  pihak Bill Gates dan rekan-rekannya yang terlibat dalam pembuatan microsoft tersebut.

Microsoft yang awalnya tidak terkenal dan tidak dapat disandingkan dengan perusahaan hebat Apple kini dapat sesuka hati mengutak-atik prototype Macintosh Apple yang  baru akan diliris setahun kemudian, hal  ini disebabkan karena pengakuan Bill Gates bahwa IBM selaku saingan Apple menginginkan produk dari Microsoft, sehingga Steve pun harus sedikit khawatir dengan IBM dan tidak angkuh terhadap kehebatan yang dimiliki olehnya. Akhirnya Steve Jobs  menerima Microsoft tanpa memikirkan resiko yang akan timbul seperti pada kenyataannya. Bill Gates dengan segala kejeniusannya diam-diam mengutak-atik sistem operasi dan teknologi Macintosh dan meluncurkan apa yang kita kenal sekarang sebagai Windows, padahal saat itu Macintosh belum diluncurkan.Tapi karena kelihaian dan kejeniusan  Bill Gates dapat mengelabui Apple. Dari situlah Microsoft bekembang pesat dan jutru menjadi saingan berat bagi Apple sehingga membuat Steve Jobs merasa sanagt dipermainkan dan ide-ide yang dimikilinya merasa telah dicuri oleh Bill Bates.

Sementara di pihak Apple sendiri justru terjadi persaingan antara Macintosh Developers dan Apple II Developers, namun  Steve Jobs malah menganggap hal ini sebagai sesuatu yang hebat dan dia menganggap macintosh adalah yang terbaik diantara pendahulunya yaitu Lisa dan Apple II. Bagi orang pada umumnya saat itu dapat dikata bahwa  Apple menghancurkan dirinya sendiri.

Akhirnya suatu hari Steve Jobs dipecat dari Apple yang pada saat itu John Sculley yang menjadi Presiden di Perusahaan Apple, Steve dianggap membawa dampak buruk bagi kelanjutan Apple dan telah menghancurkan nama Apple dalam dunia teknologi pada saat itu, namun tanpa Steve Apple justru dapat dibilang kurang Inovatif karena pada dasarnya dibalik sifat Steve yang Arogan terdapat ide cemerlang dalam memajukan dunia informasi dan teknologi, maka pada tahun 1997 Steve Jobs secara resmi di panggil kembali ke Apple. Dan Akhir cerita, Bill gates telah menjadi orang terkaya di dunia dan telah juga memiliki saham Apple Computers Inc. dengan Microsoft yang dimilikinya.

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari film tersebut adalah :

Dari sekelumit cerita di film ini persaingan yang ketat memang sudah terjadi sejak lama dalam bidang apapun dan dengan cara apapun, hal ini dapat tergambar dalam fiml ini antara kubu Steve Jobs dengan Apple Computer dan Bill Gates dengan Microsoft nya. Meskipun Bill Gates telah menggantikan posisi teratas yang awalnya dimiliki oleh Steve Jobs.

Hal ini telah terjadi setelah 13 tahun lalu,Steve harus mempertahankan nasibnya di Boston bersama Bill Gates dalam menciptakan komputer yang barawal dari beberapa inspirasi, meski tidak mudah, mereka tetap semangat untuk membuatnya tanpa mengenal lelah dan waktu mereka gunakan seefektif mungkin untuk hasil yang brilian dan dari sistem operasi yang diciptakan  diberi nama microsoft,waktu itu banyak orang mengira bahwa microsoft dapat menghancurkan Apple, tetapi mereka mengatakan bahwa mereka membuat yang kedua. kemudian mereka mengenalkannya kepada teman kuliah,beberapa perusahaan sampai ke masyarakat umum. setelah kenal dan tahu,banyak orang yang menginginkan hasil karya mereka untuk berbagai keperluan. saat ini micrisoft memiliki saham di appel computer dan bill gates menjadi orang terkaya di dunia. Dalam hal ini Steve Jobs dan Bill Gates sepakat mengatakan bahwa mereka adalah Big Brother.

Jadi hikmah yang saya dapatkan sangat banyak sekali dari film ini. Maka untuk mewujudkan impian atau ide kita harus semangat untuk bekerja keras,tidak putus asa dan mencari inspirasi untuk menjadi tumpuan yang akan kita lakukan demi mewujudkan impian. Dan percaya bahwa mimpi bukanlah sekedar mimpi jika kita terus berlari meraih mimpi tersebut dengan ide yang yang cemerlang dan melakukan yang terbaik. Dengan demikian kita dapat menguasai dunia dengan memberikan hasil karya yang bermanfaat besar untuk halayak ramai. Dan hikmah lain yang didapat adalah selain kita harus dekat dengan teman kita, kitapun harus dekat dengan musuh kita dan menjadikan mereka bagian dari kesuksesan kita.

POPULASI dan SAMPEL

0

POPULASI DAN SAMPEL

 

A.      Populasi

1.    Pengertian

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2004).

Jadi, populasi tidak hanya terbatas pada orang, tetapi juga benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh objek atau subjek tersebut (Sugiyono, 2004).

Populasi dapat bersifat terbatas dan tidak terbatas. Dikatakan terbatas apabila jumlah individu atau objek dalam populasi tersebut terbatas dalam arti dapat dihitung. Sedangkan bersifat tidak terbatas dapat ditentukan jumlah individu atau objek dalam populasi tersebut.

Sedangkan menurut Dr. Siswojo, mengatakan definisi dari populasi adalah sejumlah kasus yang memenuhi seperangkat kriteria yang ditentukan peneliti. Disini peneliti dapat menentukan sendiri kriteria-kriteria yang ada pada populasi yang akan diteliti.

Peneliti keperawatan atau peneliti sosial pada umumnya harus menentukan populasi secara jelas, baik populasi wilayah maupun populasi subjek yang akan menjadi sumber data. Perlu pula diingat oleh peneliti bahwa yang diteliti sesungguhnya bukan subjek, wilayah, atau bendanya, melainkan segenap karakteristik yang terkandung didalamnya.

Pilihan populasi tentu saja bisa beragam, seperti bidan, dokter, tokoh masyarakat atau masyarakat pilihan. Pilihan itu secara teoritis akan menjadi sederhana, jika populasi dimaksud dipilih menjadi beberapa sub populasi.

 2.    Kriteria Populasi

Dalam mendefinisikan populasi, peneliti harus mempertimbangkan kriteria sebagai berikut :

  1. Biaya, jika ingin meneliti populasi diluar pulau, maka peneliti harus belajar budaya dan bahasa tempat yang kana dilakukan penelitian agar dapat terjadi interaksi dengan  baik. Keadaan ini memerlukan waktu yang lama sehingga juga memerlukan biaya yang besar.
  2. Praktik, kesulitan dari populasi dalam berperan serta sebagai subyek karena berasal dari daerah yang sulit dijangkau.
  3. Kemampuan orang dalam berpartisipasi dalam penelitian, kondisi kesehatan seseorang yang menjadi subjek harus dijadikan bahan pertimbangan dalam penentuan populasi.
  4. Pertimbangan desai penelitian, pada penelitian dengan desain eksperimen, maka diperlukan populasi yang mempunyai kriteria homogenitas dalam upaya untuk mengendalikan variabel random, perancu, dan variabel lainya yang akan mengganggu dalam penelitian.

 B.        Sample

Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Dalam penelitian keperawatan kriteria sampel meliputi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi, dimana kriteria tersebut menentukan dapat dan tidaknya sampel tersebut yang digunakan  (A. Aziz Alimul Hidayat, 2007).

Sampel penelitian adalah sebagian dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Noto Atmojo, 1993:75). Dengan kata lain, sampel adalah elemen-elemen populasi yang dipilih berdasarkan kemampuan mewakilinya.

1.    Syarat Sampel

Pada dasarnya ada dua syarat yang harus dipenuhi dalam menetapkan sampel yaitu :

  1. Representatif, adalah sampel yang dapat mewakili populasi yang ada. Untuk memperoleh hasil dan kesimpulan penelitian yang menggambarkan keadaan populasi penelitian, maka sampel harus mewakili populasi yang ada.
  2. Sampel harus cukup banyak, artinya jumlahnya harus memenuhi sehingga perlu menggunakan rumus statistik. Sebenarnya tidak ada pedoman umum yang digunakan untuk memnentukan besarnya sampel untuk suatu penelitian, tetapi besar kecilnya jumlah sampel akan mempengaruhi kevalidan dari hasil penelitian. Polit dan Hungler menyatakan (1993), bahwa semakin besarnya sampel yang dipergunakan semakin baik dan representatif hasil yang diperoleh. Prinsip umum yang berlaku adalah sebaiknya dalam penelitian digunakan jumlah sampel sebanyak mungkin. Namun demikian penggunaan sampel sebesar 10-20% untuk subjek dengan jumlah lebih dari 1000 dipandang sudah cukup.

2.    Kriteria sampel

Ada dua kriteria sampel yang harus dicantumkan yaitu :

  1. Kriteria inklusi (kriteria yang layak diteliti) merupakan kriteria dimana subjek penelitian mewakili sampel penelitian yang memenuhi syarat sebagai sampel. Pertimbangan ilmiah harus menjadi pedoman dalam menentukan kriteria inklusi (Nursalam, 2003).
  2. Kriteria eksklusi (kriteria yang tidak layak diteliti) merupakan kriteria dimana subjek penelitian tidak dapat mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel penelitian yang penyebabnya antara lain :
    1. Adanya hambatan etik.
    2. Menolak menjadi responden.
    3. Terdapat keadaan yang tidak memungkinkan untuk dilakukan penelitian.
    4. Terdapat keadaan atau penyakit yang mengganggu pengukuran maupun interpretasi hasil penelitian.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dipertimbangkan ketika peneliti akan menentukan sampel penelitiannya :

  • Probabilitas

Asas ini mengandung arti bahwa setiap estimasi dan keputusan yang dihasilkan dapat melalui pengujian statistik berdasarkan data sampel, selalu mengandung resiko salah atau ketidakpastian. Besar resiko salah atau ketidakpastian dari hasil pengujian statistik dinyatakan secara probabilitas

  •   Standart error

Secara teoritis apabila ditarik sampel dengan besar tertentu dari populasinya, maka akan didapatkan banyak kemungkinan sampel. Masing-masing sampel akan mempunyai perhitungan yang saling berbeda besarnya. Bila perhitungan yang berbeda besarnya tersebut diambil rata-ratanya, akan diperoleh nilai yang besarnya mendekati atau sama dengan parameter. Simpangan baku (standart deviation) dari distribusi kemungkinan statistik yang diperoleh dari masing-masing sampel disebut sebagai standart error (kesalahan baku).

  • Distribusi Teoritis

Dalam penentuan besar sampel, secara teoritis diperoleh banyak kemungkinan sampel yang masing-masing mempunyai perhitungan yang berbeda. Perhitungannya dapat berupa nilai rata-rata, proporsi, koefisien korelasi perbedaan dua nilai rata-rata, perbedaan dua porposi, atau nilai-nilai statistik yang lain. Statistik yang bervariasi dari sampel ke sampel, secara teoritis akan membentuk suatu distribusi yang dikenal dengan distribusu teoritis.

Distribusi teoritis dari sifat yang diukur pada umumnya cenderung mengikuti distribusi normal. Walaupun distribusi sifat dalam sampel tidak normal, namun distribusi teoritis mungkin saja normal. Distribusi teoritis semakin mendekati normal dengan semakin besarnya sampel. Distribusi normal merupakan distribusi yang penting dalam analisis statistik inferensial. Pengujian statistik yang didasarkan atas distribusi normal disebut juga sebagai analisis statistik parametrik.

Dalam menentukan besar sampel, terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah jenis dan rancangan penelitian, tujuan penelitian, jumlah populasi atau sampel, tehnik sampling, jenis (skala pengukuran) data variabel dependen, tingkat kepercayaan atau ketelitian penyimpangan yang masih dapat ditoleransi.

3.    Menentukan Besarnya Sampel

Hingga saat ini belum ada kesepakatan diantar para pakar penelitian bidang ilmu keperawatan mengenai besar sampel penelitian. Didalam menentukan besarnya sampel asumsi berikut ini penting untuk dijadikan pertimbangan yaitu :

  1. Makin kecil sampel yang dipilih makin rendah pula kemampuan untuk membuat generalisasi atas kesimpulan penelitian, kecuali ada bukti-bukti kuat bahwa karakteristik sampel benar sama dengan karakteristik populasi diluarnya.
  2. Makin kecil sampel yang diambil dari sekelompok populasi, makin tinggi kecenderungan kekeliruan penarikan kesimpulan, sebaliknya makin besar ukuran sampel makin kecil kecenderungan kekeliruan dalam penarikan kesimpulan.

Jika peneliti menelaah beberapa buku metodelogi penelitian keperawatan seperti ditulis oleh Burns dan Grove (1993) atau buku metodelogi penelitian pada umumnya, penentuan besar sampel tampaknya tidak terlalu ketat, bahkan tidak begitu banyak digunakan dengan formula khusus.

 

Probability Sampling

  • Simple Random Sampling

Adalah pengambilan sampel dengan cara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam anggota populasi. Cara ini dilakukan apabila anggota populasi dianggap homogen, sebagai contoh bila populasinya homogen kemudian sampel diambil secara acak, maka akan didapatkan sampel yang representatif. Pengambilannya dapat dilakukan lotere, akan tetapi pengambilannya diberikan nomer urut tertentu, maka disebut sebagai systematik random sampling

  • Proportionate Stratified Random Sampling

Suatu cara pengambilan sampel yang digunakan bila anggota populasinya tidak homogen yang terdiri atas kelompok yang homogen atau berstrata secara proporsional

  • Disproportionate Stratified Random Sampling

Suatu cara pengambilan sampel yang digunakan bila anggota populasi tidak homogen yang terdiri atas kelompok homogen atau berstrata yang kurang secara proporsional.

  • Cluster Sampling

Suatu cara pengambilan sampel bila objek yang diteliti atau sumber data sangat luas atau besar, yakni populasinya heterogen, maka caranya adalah berdasarkan daerah dari populasi yang telah ditetapkan. Cluster dilakukan dengan cara melakukan randomisasi dalam dua tahap yaitu randomisasi untuk cluster/menentukan sampel daerah kemudian randomisasi/menentukan orang/unit yang ada diwilayahnya/dari populasi cluster yang dipilih.

Sebagai contoh populasi daerah atau wilayah yang tersebar diambil secara random untuk diambil sampel daerah kemudian dari sampel daerah diambil secara random untuk dicari sampel individu

  • Multistage Random Sampling

Teknik ini  merupakan suatu cara pengambilan sampel, bila objek yang diteliti atau sumber data sangat luas atau besar, yakni populasinya heterogen, terdiri atas cluster dan strata. Cara samplingnya adalah berdasarkan daerah dari populasi yang telah ditetapkan, dengan melakukan randomisasi cluster, kemudian dilakukan stratifikasi atau cluster terpilih dan terakhir dilakukan randomisasi unit populasi dari masing-masing strata.

 Non Probability Sampling

Sampling Sistematis

Cara pengambilan sampel berdasarkan urutan anggota populasi yang telah diberi nomor urut, dengan sifat dari populasinya heterogen. Cara ini biasanya mengambil nomer urut ganjil saja atau nomer genap saja.

  • Sampling Kuota

Cara pengambilan sampel dengan menentukan ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang telah ditentukan.

  • Sampling Aksidental

Cara pengambilan sampel yang dilakukan dengan kebetulan bertemu. Sebagai contoh dalam menentukan sampel apabila dijumpai ada, maka sampel tersebut diambil dan langsung dijadikan sebagai sampel utama.

  • Purposive Sampling

Cara pengambilan sampel untuk tujuan tertentu. Sebagai contoh, apabila mencar sampel pada orang yang dilakukan pemasangan kateter pertama kali, maka sampel yang dicari adalah sampel yang dipasang kateter pertama kali, buka yang kedua, ketiga, dan seterusnya.

  • Sampling Jenuh

Cara pengambilan sampel ini adalah dengan mengambil semua anggota populasi menjadi sampel. Carini dilakukan bila populasinya kecil, seperti bila sampelnya kurang dari tiga puluh, maka anggota populasi tersebut diambil seluruhnya untuk dijadikan sampel penelitian. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.

  • Snowball Sampling

Cara pengambilan sampel ini dilakukan dengan menentukan sampel dalam jumlah kecil awalnya, kemudin sampel tersebut diminta mengajak temannya untuk diikut sertakan sebagai sampel pada enelitian tersebut.

  • Consecutive Sampling

Cara pengambilan sampel ini dilakukan dnegan memilih sampel yang memenuhi kriteria penelitian sampai kurun waktu tertentu sehingga jumlah sampel terpenuhi (Sugiyono,2001).

 

SEJARAH PSIKIATRI

0

SEJARAH PSIKIATRI

 

Sampai sekarang ini di dalam kehidupan masyarakat masih terdapat stigma terhadap psikiatri. Karena stigma-stigma inilah para penderita gangguan jiwa sering diisolasi atau bahkan malah disiksa oleh keluarga dan warga masyarakat setempat.

Stigma-stigma tersebut muncul dan berkembang dikarenakan oleh beberapa hal sbb:

_ Adanya fenomena bahwa gangguan jiwa sukar dikenal sebagai penyakit, tetapi lebih dianggap sebagai orang tak bermoral serta lemah ingatan.

_ Gangguan jiwa sulit didapatkan dasar fisiknya

_ Adanya takhayul yang berkembang kuat di masyarakat.

Masyarakat lebih mempercayai bahwasanya gangguan jiwa yang diderita oleh seseorang adalah disebabkan oleh roh jahat, setan, kekuatan supranatural, penunggu tempat-tempat keramat, guna-guna dukun (dipenggawe—Jawa red), atau kutukan Tuhan.

_ Ketakutan masyarakat akibat ketidakjelasan tentang gangguan jiwa

_ Banyaknya gangguan jiwa yang menjadi menahun (kronis).

Hal ini disebabkan pada umumnya keluarga yang salah satu anggotanya menderita gangguan jiwa maka mereka akan mengisolasi/ mengurung penderita, tidak segera memeriksakan ke psikiater serta menutupnutupi agar masyarakat tidak tahu, karena ini dianggap sebagai aib. Biasanya keluarga membawa pasien ke psikiater tatkala kondisinya sudah sangat memburuk, sehingga sukar disembuhkan dan akhirnya menjadi kronis.

 

SEJARAH KEDOKTERAN

J.V.Den Berg membagi dalam tiga masa:

1. Masa tanpa kekuatan medik, berlangsung hingga tahun 1870

2. Masa transisi dari tanpa kekuatan medik menuju adanya kekuatan atau kemampuan teknik.

Masa ini berlangsung sejak 1870 sampai beberapa tahun yang lalu (sekitar tahun 1990)

3. Masa kekuasaan teknik—medik. Baru berlangsung pada beberapa dekade terakhir yang sekarang makin berkembang.

 

PERKEMBANGAN PSIKIATRI

1.ZAMAN PRA ILMIAH

Zaman ini dibagi menjadi tiga tahapan:

A. Zaman Primitif

_ Hippocrates (460-375 sM) — sebagai Bapak Ilmu Kedokteran telah berpendapat bahwa gangguan jiwa terletak di otak, yang merupakan gangguan organik. Dengan dasar ini Beliau menentang kepercayaan masyarakat pada waktu itu bahwa epilepsy adalah “penyakit suci” (sacred disease, morbus sacer) yang merupakan derita orang-orang yang dikutuk.

_ Pada masa ini pengobatan yang dilakukan, antara lain:

^ orang yang menderita anorexia (tidak ada nafsu makan) diajak ke pesta makan untuk menghidupkan kembali nafsu makannya.

^ orang yang menderita gangguan jiwa dipecut dengan rotan atau kayu

^ melubangi tengkorak untuk mengusir roh jahat yang dianggap bersemayam di kepala penderita gangguan jiwa.

 

B. Zaman Demonologi

_ Dipercayai bahwa gangguan jiwa sebagai akibat kekuatan gaib, makhluk halus atau setan

_ Pengobatan dilakukan dengan mengusir pengaruh roh jahat, oleh karena itu diperlukan imam dan pengusir setan (exorcists).

_ Terapi sering juga dilakukan dengan kekerasan, misalnya:

• Dicambuk atau diberi pakaian gila akibatnya banyak yang mati.

• Penderita diikat, dikurung, dipukuli, dan dibiarkan kelaparan selama berhari-hari bahkan

berminggu- minggu, yang akibatnya sudah jelas dia akhirnya mati

• Dimasukkan ke dalam tong besar, dibawa ke atas bukit, kemudian digulingkan ke bawah

• Diceburkan ke sungai dari atas jembatan secara mendadak.

Semua perlakuan itu bertujuan untuk mengusir roh jahat

_ ISLAM: didirikan rumah sakit jiwa di Turki dan juga Negara-negara Islam yang lain.

Pada zaman pertengahan, di negara-negara Arab terapi yang dilakukan sudah lebih manusiawi.

Mereka melakukan terapi di tempat-tempat pemandian, dengan terapi diit, obat-obatan, wangiwangian,

dan musik yang santai.

_ KRISTEN: berdiri rumah sakit jiwa The Bethlehem Royal Hospital di Inggris

_ Ada anggapan bahwa witches (wanita sihir) itu mengalami gangguan jiwa —- perlu dikasihani

_ Johan Weyer (1515-1558) mengatakan bahwa penderita gangguan jiwa merupakan urusan dokter.

Didukung juga oleh pendapat yang sama dari Paracelcus (1493-1541), dan Felix Plater (1536-1614).

_ Pada abad XV didirikan kuil “SATURN” di Mesir.

_ Pengobatan dengan mengaluarkan darah dan mandi air belerang.

 

C. Zaman Metafisik

_ Gangguan jiwa merupakan urusan ahli filsafat, bukan urusan dokter

_ Anggapan bahwa gangguan jiwa merupakan suatu imoralitas

_ Gangguan jiwa timbul akibat dosa oleh karena terlalu menuruti hawa nafsu

_ Pengobatan yang dilakukan mengambil garis moralistik

II.ZAMAN ILMIAH

o Pada abad XVII secara empiris diperkenalkan tentang histeria dan peran emosi.

o Mulai dikenal adanya hipokondria sebagai “English Disease”.

o Philippe Pinel (1745-1826) melepas rantai besi gangguan jiwa.

o Pada abad XIX diperkenalkan gangguan antisosial sebagai gila moral/ moral insanity.

o Gerakan humaniter mulai dikembangkan, sehingga perawatan penderita gangguan jiwa dilakukan dengan lebih manusiawi.

 

Pendekatan Somatik di zaman Ilmiah

_ Pada tahun 1845 telah terbit buku psikiatri yang pertama

_ Penyakit jiwa timbul karena kelainan otak

_ Gejala yang timbul tergantung oleh bagian otak yang rusak

_ Timbul konsep “unitary psychosis”

_ Gangguan jiwa adalah penyakit yang dapat diturunkan

_ Kejahatan- kejahatan yang dilakukan oleh seseorang duhubungkan dengan gangguan jiwa.

 

Pendekatan Klinik Deskriptif di Zaman Ilmiah

_ Ditemukannya “disease entity” —– bentuk penyakit yang berbeda

_ Ditemukan gangguan HEBEFRENIA dan KATATONIA

_ Muncul teori nosologi yang dengan ilmu ini penyakit jiwa yang berbeda digolongkan berdasarkan penyebab, gejala, perjalanan penyakit, dasar patologi,

maupun hasil terapi.

_ 1937 — Cerletti dan Bini mengenalkan ECT (Electro Convulsive Therapy/ terapi kejang listrik)

_ 1936 — Moniz memperkenalkan Prefrontal Leucotomy

_ 1938 — Sakel mengenalkan terapi koma insulin

_ kini dikembangkan terapi holistic.

 

Perkembangan Terapi Psikofarmaka

~ 1826 —- Bromid

~ 1886 —- Chloralhydrat

~ 1903 —- Barbiturat

~ 1930 —- Amphetamine

~ 1947 —- Scopolamine

~ 1952 —- Chorpromazine (yang terkenal: Largactil)

 

PERKEMBANGAN PSIKIATRI DI INDONESIA

$ 1776: sebagian rumah sakit Cina di Jakarta dipakai untuk merawat penderita gangguan jiwa

$ 1843: rumah sakit tentara di Jakarta mulai menyediakan tempat untuk penderita gangguan jiwa

$ 1849: rumah sakit tentara di Semarang ikut sertamenyediakan tempat untuk merawat penderita gangguan jiwa,

seperti di Jakarta.

$ 1882: didirikan Krankzinnigangesticht di Bogor

$ 1902: di Sumber Porong Malang

$ 1923: di kramat Magelang

$ 1927: di Sabang

$ disusul dengan dibangunnya DOORGANGSHIZEN di Jakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Medan, Ujung Pandang, dan koloni penderita Gangguan jiwa di Yogyakarta (Pakem) serta Wedi – Klaten.

 

PERKEMBANGAN PSIKIATRI DI YOGYAKARTA

# Sampai pada tahun 1950, di Yogyakarta hanya ada satu instansi: Rumah Sakit Lali Jiwo di Pakem, yang dipimpin oleh seorang perawat

# Pada tahun 1950 berdirilah FK UGM _ terdapat bagian neurology-psikiatri yang masih ikut menempel di bagian interna di RS. Pugeran

# Pada tahun 1962 bagian neurology-psikiatri di FK UGM memiliki tempat sendiri, tetapi tetap masih berada di bawah dari bagian interna

# Pada tahun 1963 memisahkan diri dari interna

# 1964 _ serah terima pimpinan dari Prof. Kluge kepada Prof. D.P. Tahitu

# 1968 _ dipimpin oleh dr. R. Soejono P

# 1977 _ Psikiatri memisahkan diri dari neurology, berdiri sendiri

# 1981 _ psikiatri masuk kampus UGM dan pindah ke RS. Sardjito

 

Ketidakmerataan Pembangunan Berhubungan dengan Kurangnya Kebijakan Pemerintah Terhadap Pembangunan Daerah

4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tujuan nasional dari pembentukan pemerintahan adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.Jadi intinya, kemerdekaan yang telah diraih harus dijaga dan diisi dengan pembangunan yang berkeadilan dan demokratis serta dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan. Apabila melihat paragraf di atas, terutama dalam hal yang berkaitan dengan pembangunan yang sifatnya adil dan demokratis, sudah barang tentu itu masih jauh dari realita yang ada saat ini. Saat ini pembangunan masih berkonsentrasi di daerah pusat, baik di ibu kota Negara ataupun untuk daerah sekitarnya, seperti pulau jawa dan sumatera pada umumnya. Dan keadaan seperti itu sangatlah jauh dari apa yang dicita-citakan dalam tujuan nasional yang menginginkan ratanya pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Dampak dari kurangnya pemerataan pembangunan memang tidak begitu dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah yang telah mengalami pembangunan cukup pesat, karena segala kebutuhan hidup mereka relatif lebih mudah untuk diperoleh, seperti pelayanan kesehatan ataupun sarana pendidikan yang tersebar di mana-mana, hal tersebut jauh berbeda apabila dibandingkan dengan daerah yang pembangunannya berjalan dengan lambat yang biasanya daerah-daerah tersebut adalah daerah yang terpencil. Daerah seperti itu biasanya sulit untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas yang telah diberikan oleh pemerintah, hal ini karena biasanya pemerintah hanya menyediakan fasilitas yang sifatnya kompleks di daerah perkotaan, sehingga bagi masyarakat yang letaknya di daerah terpencil butuh waktu yang lama untuk mengakses fasilitas-fasilitas tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan pemaparan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa pokok masalah, yaitu sebagai berikut :

1. Apa yang menyebabkan terjadinya ketidakmerataan pembangunan di Indonesia?

2. Dampak apa yang dihasilkan dari ketidak merataan pembangunan ?

3. Tindakan apa saja yang bisa dan telah dilakukan oleh pemerintah ?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan pembangunan tidak merata

2. Mengetahui dampak dari tidakmeratanya pembangunan di Indonesia

3. Menjadikan masalah ini sebagai motivasi untuk terus membangun bangsa secara merata

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pembangunan di Indonesia

Negara Republik Indonesia merupakan Negara yang besar jika dilihat dari segi sejarahnya dan juga jika dilihat dari segi luas wilayahnya. Indonesia yang kini sedang menjadi negara berkembang pastilah ingin menjadi suatu negara maju, namun wacana tersebut tidaklah mudah untuk diwujudkan mengingat hal yang tadi, Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dan di dalamnya terdiri dari beribu-ribu pulau yang satu sama lain terpisah. Namun hal itu bukanlah masalah, karena sejak awal reformasi pembangunan di Indonesia sudah bisa dibilang lebih maju dibandingkan dengan sebelumnya, karena sarana serta prasarana yang mendasar sudah banyak disediakan oleh pemerintah, terutama untuk di daerah perkotaan yang pembangunannya relatif lebih cepat karena mengingat jumlah penduduk serta aktivitas di daerah perkotaan lebih banyak dibandingkan daerah pedesaan atau pelosok. Sarana yang pada saat itu marak dibangun adalah sarana kesehatan, pendidikan, dan juga sarana-sarana lain yang menunjang kehidupan masyarakat pada saat itu. Pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah tidak hanya sebatas sarana dan prasarana yang mendasar, melainkan juga sarana yang sifatnya sekunder seperti pusat-pusat hiburan, meskipun pada saat ini sarana-sarana tersebut seakan telah menjadi sarana primer untuk kalangan masyarakat perkotaan dan juga sebagian masyarakat pedesaan. Jadi pada dasarnya pemerintah telah melaksanakan pembangunan yang sifatnya relatif positif karena selalu mengalami kemajuan dari waktu ke waktu, hal ini dapat terlihat jelas apabila kita melihat keadaan ibu kota negara kita pada saat 10 tahun lalu dan kita bandingkan dengan keadaannya sekarang, pastilah berbeda jelas apabila kondisi dari dua waktu tersebut kita bandingkan, sehingga kita dapat menyimpulkan pembangunan yang terjadi di sana sangatlah cepat, dan itu juga diikuti oleh pertumbuhan penduduk di daerah tersebut yang melonjak drastis dari tahun ke tahun. Masih banyak daerah yang mengalami pembangunan yang cepat seperti Jakarta, misalnya Bandung ataupun Medan.Rata-rata wilayah yang pembangunannya cepat adalah wilayah-wilayah yang menjadi pusat dari berbagai aktifitas, hal ini sangatlah logis mengingat apabila daerah yang menjadi pusat tersebut mengalami pembangunan yang cepat karena pertumbuhan penduduk juga cepat dan banyak sarana dan prasarana yang menjadi faktor-faktor vital dalam berjalannya kegiatan yang terjadi di daerah tersebut. Dibalik pembangunan yang cepat untuk daerah-daerah perkotaan, ternyata masih banyak daerah lain yang sama sekali tidak mengalami pembangunan bahkan sarana dan prasarana yang sifatnya vital masih sangat sulit untuk dijumpai. Daerah-daerah tersebut kebanyakan letaknya berada di pelosok sehingga pemerintah selalu beralasan sulit untuk menjangkau daerah-daerah tersebut untuk melaksanakan tugas-tugas mereka. Sehingga apabila kita melihat secara keseluruhan pembangunan di negara ini, sebenarnya masihlah sangat lambat dan sifatnya tidak merata, misalnya saja untuk kebutuhan kesehatan di daerah-daerah yang sifatnya kota rumah sakit sangat banyak dan mudah untuk dijangkau, tetapi itu semua berbanding terbalik dengan kehidupan masyarakat yang berada di pelosok, misalnya saja di bagian pedalaman di pulau Kalimantan, sarana kesehatan sangatlah sulit untuk ditemukan ataupun dijangkau, jangankan rumah sakit, untuk menemukan puskesmaspun membutuhkan waktu yang relatif sangat lama, sehingga sering terjadi kasus apabila seseorang tengah sekarat, para sanak saudaranya lebih baik mendiamkannya daripada membawanya ke pusat kesehatan terdekat. Dari fakta-fakta di atas, dapat kita ketahui bahwa cita-cita bangsa kita yaitu untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia belum sepenuhnya terwujud. Karena pada dasarnya bagaimana cita-cita tersebut dapat terwujud jika sarana dan prasarana yang mendukung tidaklah tersedia secara merata di seluruh daerah di Indonesia.Misalnya cita-cita bangsa kita yang berbunyi “mencerdaskan kehidupan bangsa” tidaklah terwujud apabila tidak ada sekolah-sekolah di daerah yang sifatnya pelosok. Dan juga cita-cita bangsa yang berbunyi “memajukan kesejahteraan umum” akan sulit diwujudkan apabila pembangunan masih berkonsentrasi di daerah perkotaan dan seakan-akan melupakan daerah pelosok yang notabene lebih membutuhkan pembangunan yang lebih.

2.2 Upaya Pengatasan Masalah

Pada dasarnya setiap permasalahan yang terjadi pasti ada solusi atau jalan keluarnya, hanya itu semua tergantung kita bagaimana dalam menyikapi dan memberi tindakan terhadap permasalahan-permasalahan tersebut. Begitu juga dengan masalah pembangunan yang ada di Indonesia, pada dasarya pemerintah tidak hanya berdiam diri, banyak upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk memeratakan pembanguna di Indonesia meskipun sampai pada saat ini hasilnya belum sesuai dengan harapan, tetapi itu semua sudah menunjukan perkembangan yang positif. Upaya-upaya tersebut diantaranya adalah :

1. Membentuk Daerah Otonom Baru (DOB)

Pembentukan DOB sejak tahun 1999 sampai 2008 menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, karena jumlah Provinsi di Indonesiameningkat sebesar 21%, jumlah Kabupaten meningkat sebesar 41%, dan jumlah Kota meningkat sebesar 37%. Selanjutnya, perkembangan pembentukan daerah otonom baru sejak tahun 1999 sampai tahun 2009dapat dilihat pada gambar 1 berikut.

.G

Perkembangan DOB Tahun 1999-2009 Peningkatan tersebut sangat mempengaruhi penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia, khususnya pemerintahan daerah, mengingat tujuan penyelenggaraan otonomi daerah seluas-luasnya adalah untuk:

1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat,

2. Pelayanan umum,

3. Daya saing daerah.

Pada tangga 5 Oktober 2012 Rapat paripurna DPR mensahkan 5 Daerah Otonom Baru (DOB) yang sudah disepakati oleh pemerintah dan DPR dalam pembicaraan tingkat I antara Komisi II dengan Menteri Dalam Negeri. Pengesahan ini disambut meriah perwakilan masyarakat DOB yang hadir dalam rapat pripurna. Kelima daerah otonom baru yang disetujui dalam paripurna itu adalah Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Pesisir Barat di Provinsi Lampung, Kabupaten Manokwari Selatan di Provinsi Papua Barat, Kabupaten Pegunungan Arfak di Provinsi Papua Barat. Dengan disetujuinya lima pembentukan daerah otonom baru ini, harapannya terjadi pemekaran sebagai upaya menata daerah merupakan solusi dalam mengoptimalkan pelayan publik, memperpendek rentang kendali pemerintah sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintah yang baik guna mempercepat kesejahteraan di dearah Dengan melakukan berbagai perencanaana ada dua arahan yang tercakup dalam perencanaan.Pertama, arahan dan bimbingan bagi seluruh elemen bangsa untuk mencapai tujuan bernegara seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Arahan ini dituangkan dalam rencana pembangunan nasional sebagai penjabaran langkah-langkah untuk mencapai masyarakat yang terlindungi, sejahtera, cerdas dan berkeadilan dan dituangkan dalam bidang-bidang kehidupan bangsa: politik, sosial, ekonomi, budaya, serta pertahanan dan keamanan. Kedua, arahan bagi pemerintah dalam menjalankan fungsinya untuk mencapai tujuan pembangunan nasional baik melalui intervensi langsung maupun melalui pengaturan masyarakat/pasar.

B

Gambar 2.

Perencanaan Arahan Pemerintah

a. Proses Perencanaan Politik dan Teknokratik Pada mulanya ahli-ahli teori perencanaan publik menggunakan informasi preferensi (keinginan) semua penduduk sebagai awal dari proses perencanaan pembangunan. Namun kini, karena kurang praktis, maka preferensi penduduk tidak lagi dikumpulkan melalui penelitian, tetapi diganti dengan proses politik. Dalam pemilihan umum dipandang sebagai wakil dimana para calon Presiden/Wakil Presiden/Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah menawarkan program-program pembangunan yang akan dilaksanakan bila kelak menang. Sebagai contoh, bila dalam pemilu ada calon peserta yang menawarkan program pembangunan jembatan, maka pemilih yang tinggal di desa sekitar jembatan merasa ada insentif untuk memilihnya. Kalau menang, maka pembangunan jembatan yang dijanjikan akan menjadi program Presiden/Wakil Presiden/Kepala Daerah tersebut selama berkuasa. Sehingga bila program para calon sesuai dengan kebutuhan masyarakat pemilih, maka akan terjadi simbiosis. Inilah yang dinamakan proses politik dalam perencanaan. Proses lain dalam menghasilkan rencana pembangunan adalah proses teknokratik. Untuk contoh dua desa di sisi sungai di atas, kebutuhan akan jembatan juga bisa muncul ke permukaan melalui pengamat profesional. Dengan data yang ada, pengamat profesional bisa sampai pada kesimpulan bahwa jembatan tersebut memang diperlukan dan layak untuk di bangun. Pengamat profesional adalah kelompok masyarakat yang terdidik yang walau tidak mengalami sendiri, namun berbekal pengetahuan yang dimiliki dapat menyimpulkan kebutuhan akan suatu barang yang tidak dapat disediakan pasar. Pengamat ini bisa pejabat pemerintah, bisa non-pemerintah, atau dari perguruan tinggi.Selanjutnya dari hasil pengamatan kebutuhan masyarakat, rencana pembangunan dapat disusun.Agregat dari kebutuhan masyarakat yang ditemukan oleh pengamat profesional menghasilkan perspektif akademis pembangunan. Inilah yang dinamakan proses teknokratik dalam perencanaan.

b. Untuk mendapat suatu rencana yang optimal maka rencana pembangunan hasil proses politik perlu digabung dengan rencana pembangunan hasil proses teknokratik.

Agar kedua proses ini dapat berjalan selaras, masing-masing perlu dituntun oleh satu visi jangka panjang. Agenda Presiden/Wakil Presiden/Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah yang berkuasa yang dihasilkan dari proses politik perlu selaras dengan perspektif pembangunan yang dihasilkan. Selanjutnya agenda pembangunan jangka menengah ini diterjemahkan ke dalam rencana kerja pemerintah (RKP) tahunan yang sekaligus menjadi satu dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Negara (RAPBN) sebelum disetujui oleh DPR untuk ditetapkan menjadi UU. Gambar 3.

D

Rencana kerja pemerintah

2.3 Pengembangan Wilayah Tertinggal

Di dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJM) Nasional Tahun 2004-2009 (Perpres Nomor 7 Tahun 2005) telah diidentifikasi ada 199 daerah yang dikategorikan sebagai daerah tertinggal, yaitu daerah kabupaten yang masyarakat serta wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional. 199 daerah yang dikategorikan sebagai daerah tertinggal, yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur.Sebagian kecil daerah tertinggal terdapat di Pulau Jawa dan Bali.Bagian terbesarnya tersebar di kawasan Timur Indonesia (KTI). Berdasarkan sebaran wilayahnya, sebanyak 123 kabupaten atau (63%) kawasan tertinggal berada di kawasan Timur Indonesia, 58 Kabupaten (28%) berada di Pulau Sumatera, dan 18 Kabupaten (8%) berada di Pulau Jawa dan Bali. Di luar kategori wilayah tertinggal, terdapat sejumlah kawasan yang dapat kita sebut sebagai “kawasan paling tertinggal”.Kawasan ini dihuni oleh Komunitas Adat Terpencil (KAT), yaitu kelompok sosial budaya yang bersifat lokal dan terpencar.Pada umumnya, kawasan itu belum tersentuh oleh jaringan dan pelayanan sosial, ekonomi dan politik.Sementara itu, hampir seluruh pulau-pulau kecil terluar dan terdepan di dalam wilayah kedaulatan negara kita, yang berjumlah 92 pulau, termasuk pula di dalam kategori kawasan tertinggal. Berbagai permasalahan sebagai penyebab suatu daerah kabupaten menjadi daerah tertinggal, secara dominan dikelompokkan ke dalam:

1. Permasalahan aspek pengembangan ekonomi lokal yaitu keterbatasanpengelolaan sumber daya lokal dan belum terintegrasinya dengankawasan pusat pertumbuhan. Permasalahan aspek pengembangan sumber daya manusia yaitu rendahnya kualitas sumber daya manusia.

2. Permasalahan aspek kelembagaan, terutama rendahnya kemampuankelembagaan aparat dan masyarakat.

3. Permasalahan aspek sarana dan prasarana terutama transportasidarat, laut, dan udara; telekomunikasi, dan energi, serta keterisolasiandaerah.

4. Permasalahan aspek karakteristik daerah terutama berkaitan dengandaerah rawan bencana (kekeringan, banjir, longsor, kebakaran hutan,gempa bumi, dll) serta rawan konflik sosial. Untuk mengatasi permasalahan pembangunan daerah tertinggaldilakukan strategi dasar melalui empat pilar:

A. Pilar pertama, meningkatkan kemandirian masyarakat dan daerahtertinggal, dilakukan melalui:

1. Pengembangan ekonomi lokal,

2. Pemberdayaan masyarakat,

3. Penyediaan prasarana dan sarana lokal/perdesaan, dan

4. Peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat.

B. Pilar kedua, mengoptimalkan pemanfaatan potensi wilayah, dilakukan melalui:

1. Penyediaan informasi potensi sumberdaya wilayah,

2. Pemanfatan teknologi tepat guna,

3. Peningkatan investasi dan kegiatan produksi,

4. Pemberdayaan dunia usaha dan umkm, dan 5. Pembangunan kawasan produksi.

C. Pilar ketiga, memperkuat integrasi ekonomi antara daerah tertinggal dan daerah maju, dilakukan melalui:

1. Pengembangan jaringan ekonomi antar wilayah,

2. Pengembangan jaringan prasarana antar wilayah, dan

3. Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi daerah.

D. Pilar keempat, meningkatkan penanganan daerah khusus yang memiliki karakteristik “keterisolasian”, dilakukan melalui:

1. Pembukaan keterisolasian daerah (pedalaman, pesisir, dan pulau kecil terpencil),

2. Penanganan komunitas adat terasing, dan

3. Pembangunan daerah perbatasan dan pulau-pulau kecil.

Berdasarkan evaluasi terhadap kebijakan alokasi dana perimbangandan kinerja ekonomi daerah tertinggal, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Faktor atau dimensi yang paling dominan yang menyebabkan ketertinggalan suatu daerah yaitu:

a) Belum adanya sikap profesionalisme dan kewirausahaan daripelaku pengembangan kawasan di daerah.

b) Masih lemahnya koordinasi, sinergi, dan kerjasama diantarapelaku-pelaku pengembangan kawasan, baik pemerintah, swasta,lembaga non pemerintah, dan masyarakat, serta antarapemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, dalam upayameningkatkan daya saing produk unggulan.

c) Keterbatasan jaringan prasarana dan sarana fisik dan ekonomidalam mendukung pengembangan kawasan dan produk unggulan daerah.

d) Belum optimalnya pemanfaatan kerangka kerjasama antar wilayahmaupun antar negara untuk mendukung peningkatan daya saing kawasan dan produk unggulan.

e) Ketidakseimbangan pasokan sumberdaya alam dengan kebutuhan pembangunan. Permasalahan utama dari ketertinggalan pembangunan di wilayahperbatasan adalah arah kebijakan pembangunan kewilayahanyang selama ini cenderung berorientasi ’inward looking’ sehingga seolah-olah kawasan perbatasan hanya menjadi halaman belakang dari pembangunan negara.

f) Pulau-pulau kecil yang ada di Indonesia sulit berkembang terutama karena lokasinya sangat terisolir dan sulit dijangkau. Diantaranya banyak yang tidak berpenghuni atau sangat sedikit jumlah penduduknya, serta belum tersentuh oleh pelayanan dasar dari pemerintah

. 2. Faktor pengungkit untuk mempercepat pembangunan daerah tertinggal:

a) Peningkatan kapasitas fiskal merupakan titik awal dari percepatan pembangunan daerah tertinggal.

b) Pembangunan infrastruktur sosial dan dasar agar berdampak optimal terhadap penegmbangan sumberdaya manusia, baik dari apsek ekonomi, pendidikan,dan kesehatan.

c) Aksestabilitas masyarakat daerah tertinggal terhadap faktor produksi yang terdapat diwilayahnya maupun diluar wilayahnya.

3. Strategi percepatan pembangunan dari masing-masing daerah tertinggal berdasarkan dimensi yang paling dominan dan faktor pengungkit dari masing-masing dimensi ketertinggalan:

a) Pembangunan daerah tertinggal harus dilakukan dengan pendekatan kewilayahan.

b) Perlu dibedakan stratagi pembangunan daerah tertinggal yang ada di kepulauan dan pesisir dengan di non kepulauan dan non pesisir.

c) Perlu dibedakan stratagi pembangunan daerah tertinggal yang ada diperbatasan dan non perbatasan.

4. Rencana kedepan strategi percepatan pembangunan daerah tertinggal:

a) Pengembangan daerah tertinggal dapat dilakukan dengan strategi pokok sebagai berikut:

1. Setiap daerah harus menentukan sector unggulan;

2. Pembangunan sumber daya manusia disesuaikan dengan potensi sumberdaya alam lokal dan sesuai dengan standar industri, untuk meminimalkan atau menghilangkan konflik antara masyarakat lokal dengan industri;

3. Pengembangan komoditas unggulan secara terfokus;

4. Pemberian insentif fisik dan nonfisik bagi pengembangan sektor/komoditas unggulan, diantaranya berupa keringanan pajak dan retribusi, pembangunan prasarana dan sarana, kemudahan perijinan, dan kepastian hukum;

5. Pembangunan industri berbasis sumberdaya alam;

6. Meningkatkan produktivitas untuk menciptakan daya saing daerah; dan

(g) membangun alur pasar yang jelas, terutama ukm, melalui perantara perusahaan besar.

b) Fungsi Pemerintah adalah melakukan pemihakan kepada yang lemah, sehingga pembangunan tidak sekedar bersifat marketdriven, sehingga diperlukan instrumen untuk mengkoordinasikan program dan anggaran dalam pengembangan daerah tertinggal, yang diantaranya dapat melalui peningkatan kerjasama antardaerah, sesuai PP Nomor 50 Tahun 2007, yang diperlukan untuk permasalahan daerah-daerah tertinggal.

c) Permasalahan utama dalam pengembangan ekonomi lokal adalah pasarnya yang kecil sehingga strategi ekspor sangat penting untuk memperluas pasar, yang diantaranya:

(a) fokus pada pengembangan berbasis klaster; dan

(b) membangun kemitraan antara pemerintah dengan sektor swasta.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Cita-cita bangsa Indonesia yaitu untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia hingga saat ini masih belum terealisasikan sepenuhnya. Banyak faktor-faktor penentu yang belum berjalan dengan baik termasuk pembangunan nasional dengan ketidak merataan kebijakan pemerintah terhadap daerah yang terpencil dan kota.Sehingga kemerataan kesejahteraa di Indonesia masih belum bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, terutama untuk di daerah yang notabene kurang dalam hal sarana dan prasarana. 3.2

Saran Untuk dapat mewujudkan cita-cita bangsa dibutuhkan sebuah kerja sama antara masyarakat dan juga pemerintah. Tapi dalam hal ini pemerintah memegang peranan yang cukup besar, sehingga diharapkan semua perencanaan yang telah direncanakan dapat direalisasikan dengan penuh tanggung jawab dan memperoleh hasil yang sesuai dengan rencana awal dan kebijakan pemerintah dapat merata di setiap daerah tidak hanya berkembang di daerah kota saja tetapi diseluruh daerah terpencil di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.ditjen-otda.depdagri.go.id/index.php/categoryblog/317-dpr-sahkan-5-daerah-otonom-baru (Diakses pada tanggal 10 Desember 2012, 21 : 29 WIB)

http://www.google.com/perencanaanpembangunanIndonesia.html (Diakses pada tanggal 11 Desember 2012, 20:25 WIB)

http://www.google.com/ReformasiPemerintahDaerahdalamPembangunandiIndonesia-Netsains.Com.htm (Diakses pada tanggal 11 Desember 2012, 20:40 WIB)

http://xaudiostone.com/2010/11/ketidakmerataan-pembangunan-di.html (Diakses pada tanggal 12 Desember 2012 21.42)

ASKEP BRONCHOPNEUMONIA PADA ANAK

4

BAB I

LAPORAN PENDAHULUAN

1.1  Definisi

Pneumonia merupakan suatu radang paru yang disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur atau oleh benda asing. Pneumonia merupakan peradangan akut padaparu-paru dengan akumulasi eksudat di dalam alveoli dan sluran pernafasan yang mengganggu proses pernafasan. Pada umumnya pembagian pneumonia menurut dasar anatomis dan etiologi. Pembagian menurut tempatnya adalah pneumonia lobaris, pneumonia lobularis (bronchopneumonia), pneumonia interstisili ( bronkhiolitis ), sedangkan pembagian menurut penyebabnya atau etiologinya adalah bakteri, virus, jamur, aspirasi makanan, pneumonia hipostatik dan sindrom Loefler.

1.2  Klasifikasi

Klasifikasi menurut Zul Dahlan (2001) :

  1. Berdasarkan ciri radiologis dan gejala klinis, dibagi atas :
    1. Pneumonia tipikal, bercirikan tanda-tanda pneumonia lobaris dengan opasitas lobus atau lobularis.
    2. Pneumonia atipikal, ditandai gangguan respirasi yang meningkat lambat dengan gambaran infiltrat paru bilateral yang difus.
  2. Berdasarkan faktor lingkungan
    1. Pneumonia komunitas
    2. Pneumonia nosokomial
    3. Pneumonia rekurens
    4. Pneumonia aspirasi
    5. Pneumonia pada gangguan imun
    6. Pneumonia hipostatik
  3. Berdasarkan sindrom klinis
    1. Pneumonia bakterial berupa : pneumonia bakterial tipe tipikal yang terutama mengenai parenkim paru dalam bentuk bronkopneumonia dan pneumonia lobar serta pneumonia bakterial tipe campuran atipikal yaitu perjalanan penyakit ringan dan jarang disertai konsolidasi paru.
    2. Pneumonia non bakterial, dikenal pneumonia atipikal yang disebabkan Mycoplasma, Chlamydia pneumoniae atau Legionella.

Klasifikasi berdasarkan Reeves (2001) :

  1. Community Acquired Pneunomia dimulai sebagai penyakit pernafasan umum dan bisa berkembang menjadi pneumonia. Pneumonia Streptococal merupakan organisme penyebab umum. Tipe pneumonia ini biasanya menimpa kalangan anak-anak atau kalangan orang tua.
  2. Hospital Acquired Pneumonia dikenal sebagai pneumonia nosokomial. Organisme seperti ini  aeruginisa pseudomonas. Klibseilla atau aureus stapilococcus, merupakan bakteri umum penyebab hospital acquired pneumonia.
  3. Lobar dan Bronkopneumonia dikategorikan berdasarkan lokasi anatomi infeksi. Sekarang ini pneumonia diklasifikasikan menurut organisme, bukan hanya menurut lokasi anatominya saja.
  4. Pneumonia viral, bakterial dan fungi dikategorikan berdasarkan pada agen penyebabnya, kultur sensifitas dilakukan untuk mengidentifikasikan organisme perusak.

1.3  Penyebab

Berdasarkan etiologinya pneumonia dapat disebabkan oleh :

Bakteri

Pneumonia bakteri biasanya didapatkan pada usia lanjut. Organisme gram posifif seperti : Steptococcus pneumonia, S. aerous, dan  streptococcus pyogenesis. Bakteri gram negatif seperti Haemophilus influenza, klebsiella pneumonia dan P. Aeruginosa.

Virus

Disebabkan oleh virus influensa yang menyebar melalui transmisi droplet. Cytomegalovirus dalam hal ini dikenal sebagai penyebab utama pneumonia virus.

Jamur

Infeksi yang disebabkan jamur seperti histoplasmosis menyebar melalui penghirupan udara yang mengandung spora dan biasanya ditemukan pada kotoran burung, tanah serta kompos.

Protozoa

Menimbulkan terjadinya Pneumocystis carinii pneumonia (CPC). Biasanya menjangkiti pasien yang mengalami immunosupresi. (Reeves, 2001)

 1.4  Faktor Resiko

  1. Umur kurang dari 2 bulan
  2. Laki-laki
  3. Gizi kurang
  4. BBLR
  5. Tidak mendapat ASI memadai
  6. Polusi udara
  7. Kepadatan tempat tinggal
  8. Imunisasi yang tidak memadai
  9. Membedung anak berlebihan
  10. Defisiensi vitamin

Faktor resiko meningkatnya kematian karena pneumonia

  1. Umur kurang 2 bulan
  2. Tingkat sosio ekonomi rendah
  3. Kurang gizi
  4. BBLR
  5. Tingkat pendidikan ibu yang rendah
  6. Tingkat jangkauan pelayanan kesehatan yang rendah
  7. Kepadatan tempat tinggal
  8. Imunisasi yang tidak memadai
  9. Menderita penyakit kronis
  10. Aspek kepercayaan setempat dalam praktek pencarian pengobatan yang salah

1.5  Manifetasi Klinis

  1. Kesulitan dan sakit pada saat pernafasan
    1. Nyeri pleuritik
    2. Nafas dangkal dan mendengkur
    3. Takipnea
    4. Bunyi nafas di atas area yang menglami konsolidasi
      1. Mengecil, kemudian menjadi hilang
      2. Krekels, ronki, egofoni
      3. Gerakan dada tidak simetris
      4. Menggigil dan demam 38,8 ° C sampai 41,1°C, delirium
      5. Diafoesis
      6. Anoreksia
      7. Malaise
      8. Batuk kental, produktif
      9. Gelisah
      10. Sianosis
        1. Area sirkumoral
        2. Dasar kuku kebiruan
        3. Masalah-masalah psikososial : disorientasi, ansietas, takut mati

1.7  Pemeriksaan Penunjang

Sinar x

Mengidentifikasi distribusi struktural; dapat juga menyatakan abses luas/infiltrat, empiema(stapilococcus); infiltrasi menyebar atau terlokalisasi (bakterial); atau penyebaran /perluasan infiltrat nodul (virus). Pneumonia mikoplasma sinar x dada mungkin bersih.

GDA

Tidak normal mungkin terjadi, tergantung pada luas paru yang terlibat dan penyakit paru yang ada.

Pemeriksaan gram/kultur sputum dan darah

Diambil dengan biopsi jarum, aspirasi transtrakeal, bronkoskopifiberotik atau biopsi pembukaan paru untuk mengatasi organisme penyebab.

JDL

Leukositosis biasanya ada, meski sel darah putih rendah terjadi pada infeksi virus, kondisi tekanan imun memungkinkan berkembangnya pneumonia bakterial.

Pemeriksaan serologi

Titer virus atu legionella, aglutinin dingin.

  1. LED    :  Meningkat
  2. Pemeriksaan fungsi paru

Volume ungkin menurun (kongesti dan kolaps alveolar); tekanan jalan nafas mungkin meningkat dan komplain menurun, hipoksemia.

  1. Elektrolit         : Natrium dan klorida mungkin rendah
  2. Bilirubin          : Mungkin meningkat
  3. Aspirasi perkutan/biopsi jaringan paru terbuka : Menyatakan intranuklear tipikal dan keterlibatan sitoplasmik(CMV) (Doenges, 1999)

1.7  Penatalaksanaan

Pada penyakit yang ringan, mungkin virus tidak perlu antibiotic. Pada penderita yang rawat inap (penyakit berat) harus segera diberi antibiotic. Pemilihan jenis antibiotic didasarkan atas umur, keadaan umum penderita dan dugaan kuman penyebab.

  1. Umur 3 bulan-5 tahun, bila toksis mungkin disebabkan oleh Streptokokus pneumonia, Hemofilus influenza atau Stafilokokus. Pada umumnya tidak dapat diketahui kuman penyebabnya, maka secara praktis dipakai :
  2. Kombinasi :

Penisilin prokain 50.000-100.000 KI/kg/24jam IM, 1-2 kali sehari, dan Kloramfenikol 50-100 mg/kg/24 jam IV/oral, 4 kali sehari.

Atau kombinasi :

Ampisilin 50-100 mg/kg/24 jam IM/IV, 4 kali sehari dan Kloksasilin 50 mg/kg/24 jam IM/IV, 4 kali sehari.

Atau kombinasi :

Eritromisin 50 mg/kg/24 jam, oral, 4 kali sehari dan Kloramfenikol (dosis sda).

Umur < bulan, biasanya disebabkan oleh : Streptokokus pneumonia, Stafilokokus atau Entero bacteriaceae.

  1. Kombinasi :

Penisilin prokain 50.000-100.000 KI/kg/24jam IM, 1-2 kali sehari, dan Gentamisin 5-7 mg/kg/24 jam, 2-3 kali sehari.

Atau kombinasi :

Kloksasilin 50 mg/kg/24 jam IM/IV, 4 kali sehari dan Gentamisin 5-7 mg/kg/24 jam, 2-3 kali sehari.

  1. Kombinasi ini juga diberikan pada anak-anak lebih 3 bulan dengan malnutrisi berat atau penderita immunocompromized.

Anak-anak > 5 tahun, yang non toksis, biasanya disebabkan oleh

  1. Streptokokus pneumonia :
    1. Penisilin prokain IM atau
    2. Fenoksimetilpenisilin 25.000-50.000 KI/kg/24 jam oral, 4 kali sehari atau
    3. Eritromisin (dosis sda) atau
    4. Kotrimoksazol 6/30 mg/kg/24 jam, oral 2 kali sehari.
    5. Mikoplasma pneumonia : Eritromisin (dosis sda).

6. Bila kuman penyebab dapat diisolasi atau terjadi efek samping obat (misalnya alergi) atau hasil pengobatan tidak memuaskan, perlu dilakukan reevaluasi apakah perlu dipilih antibiotic lain.

Lamanya pemberian antibiotic bergantung pada :

  1. kemajuan klinis penderita
  2.  jenis kuman penyebab
  3. Indikasi rawat inap :
    1. Ada kesukaran  napas, toksis.
    2. Sianosis
    3. Umur kurang dari 6 bulan
    4. Adanya penyulit seperti empiema
    5. Diduga infeksi Stafilokokus
    6. Perawatan di rumah kurang baik.

Pengobatan simptomatis :

  1. Zat asam dan uap.
  2. Ekspetoran bila perlu

Fisioterapi :

  1. Postural drainase.
  2. Fisioterapi dengan menepuk-nepuk.

BAB II

ASUHAN KEPERAWATAN

2.1    Pengkajian

Identitas

Umumnya anak dengan daya tahan terganggu akan menderita pneumonia berulang atau tidak dapat mengatasi penyakit ini dengan sempurna. Selain itu daya tahan tubuh yang menurun akibat KEP, penyakit menahun,  trauma pada paru, anesthesia, aspirasi dan pengobatan antibiotik yang tidak sempurna.

Riwayat Keperawatan.

i.     Keluhan utama.

Anak sangat gelisah, dispnea, pernapasan cepat dan dangkal, diserai pernapasan cuping hidupng, serta sianosis sekitar hidung dan mulut. Kadang disertai muntah dan diare.atau diare, tinja berdarah dengan atau tanpa lendir, anoreksia

Riwayat penyakit sekarang.

Bronkopneumonia biasanya didahului oleh infeksi saluran pernapasan bagian atas selama beberapa hari. Suhu tubuh dapat naik sangat mendadak sampai 39-40oC dan kadang disertai kejang karena demam yang tinggi.

Riwayat penyakit dahulu.

Pernah menderita penyakit infeksi yang menyebabkan sistem imun menurun

Riwayat kesehatan keluarga.

Anggota keluarga lain yang menderita penyakit infeksi saluran pernapasan dapat menularkan kepada anggota keluarga yang lainnya.

Riwayat kesehatan lingkungan.

Menurut Wilson dan Thompson, 1990 pneumonia sering terjadi pada musim hujan dan awal musim semi. Selain itu pemeliharaan ksehatan dan kebersihan lingkungan yang kurang juga bisa menyebabkan anak menderita sakit. Lingkungan pabrik atau banyak asap dan debu ataupun lingkungan dengan anggota keluarga perokok.

  1. Imunisasi.

Anak yang tidak mendapatkan imunisasi beresiko tinggi untuk mendapat penyakit infeksi saluran pernapasan atas atau bawah karena system pertahanan tubuh yang tidak cukup kuat untuk melawan infeksi sekunder.

  1. Riwayat pertumbuhan dan perkembangan.
  1. Nutrisi : Riwayat gizi buruk atau meteorismus (malnutrisi energi protein = MEP).
  2. Pemeriksaan persistem.
    1. Sistem kardiovaskuler

Takikardi, iritability.

  1. Sistem pernapasan.
  2. Sesak napas, retraksi dada, melaporkan anak sulit bernapas, pernapasan cuping hdidung, ronki, wheezing, takipnea, batuk produktif atau non produktif, pergerakan dada asimetris, pernapasan tidak teratur/ireguler, kemungkinan friction rub, perkusi redup pada daerah terjadinya konsolidasi, ada sputum/sekret. Orang tua cemas dengan keadaan anaknya yang bertambah sesak dan pilek.
  3.  Sistem pencernaan

Anak malas minum atau makan, muntah, berat badan menurun, lemah. Pada orang tua yang dengan tipe keluarga anak pertama, mungkin belum memahami tentang tujuan dan cara pemberian makanan/cairan personde.

Sistem eliminasi

Anak atau bayi menderita diare, atau dehidrasi, orang tua mungkin belum memahami alasan anak menderita diare sampai terjadi dehidrasi (ringan sampai berat).

Sistem saraf.

Demam, kejang, sakit kepala yang ditandai dengan menangis terus pada anak-anak atau malas minum, ubun-ubun cekung.

Sistem lokomotor/muskuloskeletal.

Tonus otot menurun, lemah secara umum,

Sistem endokrin.

Tidak ada kelainan.

Sistem integumen.

Turgor kulit menurun, membran mukosa kering, sianosis, pucat, akral hangat, kulit kering, .

Sistem penginderaan.

Tidak ada kelainan.

2.2    Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Muncul

  1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekresi bronkus
  2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan pemasukan b.d faktor biologis
  3. Kekurangan volume cairan b. D kegaga;an mekanisme pengaturan
  4. Defisit perawatan diri : mandi, makan, toileting berhubungan dengan kelemahan.

 

2.3    Rencana Keperawatan

Diagnosis Perencanaan
NOC NIC
Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekresi bronkusKetidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan pemasukan b.d faktor biologis.(Sesak nafas)Kekurangan volume cairan b.d kegagalan mekanisme pengaturan atau regulasi

Defisit perawatan diri : mandi, makan, toileting berhubungan dengan kelemahan.

 

Setelah dilakukan perawatan 3×24 jam klien dapat:

  1. mempertahankan kepatenan jalan nafas.
  2. Mempertahankan ventilasi berkurang

Dg Indikator:

  1. Tidak ada spasme
  2. Tidak ada cemas
  3. Tidak ada suara tambahan
  4. RR normal
  5. Mampu bernafas dalam
  6. Ekspansi dan simetris
  7. Tidakada retraksi dada
  8. Mudah bernafas
  9.  Tidak dyspnea

Status nutrisi, setelah diberikan penjelasan dan perawatan selama 4x 24 jam kebutuhan nutrisi ps terpenuhi dg:

Indikator:

  1. Pemasukan nutrisi yang adekuat
  2. Pasien mampu menghabiskan diet yang dihidangkan
  3. Tidak ada tanda-tanda malnutrisi
  4. Nilai laboratorim, protein total 8-8 gr%, Albumin 3.5-5.4 gr%, Globulin 1.8-3.6 gr%, HB tidak kurang dari 10 gr %
  5. Membran mukosa dan konjungtiva tidak pucat

Hidrasi, keseimbangan cairan adekuat, selama dilakukan tindakan keperawatan 5×24 jam keseimbangan cairan pasien adekuat

Indikator:

  1. Urine output 30ml/jam
  2. TTV dalam batas normal
  3. Turgor kulit baik, membran mukosa lembab, urine jernih

Perawatan diri : (mandi, berpakaian), setelah diberi motivasi perawatan selama 2×24  jam, ps mampu melakukan mandi dan berpakaian sendiri dg:

Indikator:

  1. Tubuh bebas dari bau dan menjaga keutuhan kulit
  2. Menjelaskan cara mandi dan berpakaian secara aman
NIC: airway manajementAktifitas:

  1. Buka jalan nafas
  2. Atur posisi yang memungkinkan ventilasi maximum
  3. dengarkan suara nafas
  4. Monitor dan oksigenasi
  5. pantau kelembaban oksigenasi pasien
  6. Kaji status pernafasan
  7. Minta pasien tidur/duduk dengan kepala fleksi, otot bahu rileks dan lutut menekuk
  8. Anjurkan paien nafas dalam dan batuk efektif
  9. Berikan terapi sesuai program

Eating disorder manajemen

Aktifitas:

  1. Tentukan kebutuhan kalori harian
  2. Ajarkan klien dan keluarga tentang pentingnya nutrient
  3. Monitoring TTV dan nilai  Laboratorium
  4. Monitor intake dan output
  5. Pertahankan kepatenan pemberian nutrisi parenteral
  6. Pertimbangkan nutrisi enteral
  7. Pantau adanya Komplikasi GI

NIC: terapi gizi

Aktifitas:

1. Monitor masukan makanan/ minuman dan hitung kalori harian secara tepat

2. Berikan perawatan mulut

3. Pantau hasil labioratoriun protein, albumin, globulin, HB

4. Jauhkan benda-benda yang tidak enak untuk dipandang seperti urinal, kotak drainase, bebat dan pispot

5. Sajikan makanan hangat dengan variasi yang menarik

6. Kaloborasi ahli gizi

Manajemen cairan

  1. Hitung kebutuhan cairan harian klien
  2. Pertahankan intake output tercatat secara adekuat
  3. Monitor status hidrasi
  4. Monitor nilai laboratorium yang sesuai
  5. Monitor TTV
  6. Berikan cairan secara tetap
  7. Tingkatkan masukan peroral
  8. Libatkan keluargadalam membantu peningkatan masukan cairan
  9. Monitoring cairan
  10. Pantau keadaan urine
  11. Monitor nilai lab urine
  12. Monitor membran mukosa, turgor, dan tanda haus
  13. Monitor cairan per IV line.
  14. Pertahankan pemberian terapi cairan peri infus.

Membantu perawatan diri pasien

Aktifitas:

  1. Tempatkan alat-alat mandi disamping TT ps
  2. Libatkan keluarga dan ps
  3. Berikan bantuan selama ps masih mampu mengerjakan sendiri

NIC: ADL berpakaian

Aktifitas:

  1. 1Informasikan pd ps dlm memilih pakaian selama perawatan
  2. Sediakan pakaian di tempat yg mudah dijangkau
  3. Bantu berpakaian yg sesuai
  4. Jaga privcy ps
  5. Berikan pakaian pribadi yg digemari dan sesuai

BAB III

PENUTUP

3.1    Kesimpulan

Pneumonia merupakan peradangan akut pada paru-paru dengan akumulasi eksudat di dalam alveoli dan sluran pernafasan yang mengganggu proses pernafasan. Pada umumnya pembagian pneumonia menurut dasar anatomis dan etiologi. Pembagian menurut tempatnya adalah pneumonia lobaris, pneumonia lobularis (bronchopneumonia), pneumonia interstisili ( bronkhiolitis ), sedangkan pembagian menurut penyebabnya atau etiologinya adalah bakteri, virus, jamur, aspirasi makanan, pneumonia hipostatik dan sindrom Loefler.

Kemungkinan diagnosa yang muncul dari kasus bronchopneumonia ini adalah sebagai berikut :

  1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekresi bronkus
  2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan pemasukan b.d faktor biologis.

3.      Kekurangan volume cairan b. D kegaga;an mekanisme pengaturan

4.      Defisit perawatan diri : mandi, makan, toileting berhubungan dengan kelemahan.

3.2    Saran

Saran yang dapat kamii berikan dari materi ini adalah :

Menjaga lingkungan tetap bersih, dan jauhkan anak dari lingkungan yang kotor dan faktor pencetus lainnya untuk mencegah terjadinya bronchopneumonia dan berikan makanan yang seimbang untuk membantu sistem imunnya menjadi lebih baik agar tidak mudah terpapar bakteri dan virus yang berada disekitarnya yang mampu menyerang saluran pernafasannya.

 

 

 

 

 

tugas obsgyn

2

Nama  : Rifa Sa’yan Rahayu

NIM    : 04.10.2519

Kelas   : B/KP/V

Tugas Obsgyn Dosen : Galuh Kartika Sari,S.ST., MKes

1)   Dalam fertilitas terdapat beberapa istilah apa yang anda ketahui (jelaskan secara singkat)

  1. a.    Konsepsi
  2. b.   Nidasi/implantasi
  3. c.    Desisua

JAWABANNYA

  1. Konsepsi adalah merupakan awal dari kehamilan, dimana satu sel telur dibuahi oleh satu sperma. Peristiwa konsepsi terjadi di ampula tuba. Pada hari ke 11-14 terjadi ovulasi dari siklus menstruasi normal. Ovulasi adalah peristiwa matangnya sel telur sehingga siap untuk dibuahi. Pada saat coitus, 3-5 cc semen yang ditumpahkan ke dalam forniks posterior, dengan jumlah spermatozoon sekitar 200-500 juta. Gerakan sperma dari serviks terus melintasi uterus menuju tuba falopi. Jika tidak terjadi pembuahan, sel telur akan mengalami kemunduran (degenerasi) dan dibuang melalui vagina bersamaan dengan darah menstruasi. Jika terjadi pembuahan, maka sel telur yang telah dibuahi oleh sperma akan mengalami serangkaian pembelahan dan tumbuh menjadi bakal janin (embrio). Gerakan sperma di dalam rongga uterus dan tuba disebabkan oleh kontraksi otototot pada organ tersebut.
  2. Nidasi/Implantasi merupakan peristiwa masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium. Blastula dilindungi oleh simpai yang disebut trofoblas, yang mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Sel telur yang telah dibuahi (ZIGOT) akan membelah diri membentuk Blastomer (bola padat yang terdiri atas sel-sel anakan yang lebih kecil). Pada hari ke-3 bola tersebut terdiri atas 16 sel blastomer (MORULA), pada hari ke-4 dalam rongga tersebut mulai terbentuk rongga (BLASTULA). Pada hari ke-4, blastula masuk kedalam endometrium pada hari ke-10 seluruh blastula (blastokista) sudah terbenam dalam endometrium dan dengan demikian Nidasi selesai.
  3. Desisua adalah bagian dari stratum fungsional endometrium yang mengalami perubahan-perubahan tertentu selama kehamilan. desidua adalah mukosa rahim pada kehamilan yang terbagi atas :
  • Desidua basalis yang terletak diantara hasil konsepsi dan dinding rahim disinilah plasentasi dibentuk
  • Desidua kapsularis yang meliputi hasil konsepsi kearah rongga rahim yang lama-kelamaan bersatu dengan desidua vera karena obliterasi
  • Desidua vera (parietalis) yang meliputi lapisan dalam dinding rahim yang lainnya

2)   Jelaskan secara singkat tentang struktur tali pusat dan plasenta?

JAWABANNYA

a.    Struktur Tali Pusat

Tali pusat terdapat antara pusat janin dan permukaan fetal plasenta. Warnanya dari luar putih dan merupakan tali yang berpilin. Panjangnya ± 55 cm (30 – 100 cm) dan diameter 1 – 1,5 cm. Pembuluh-pembuluh darahnya biasanya lebih panjang dari tali pusatnya sendiri sehingga pembuluh berkelok-kelok. Kadang-kadang menimbulkan tonjolan pada permukaan tali pusat dan diberi nama simpul palsu. Insersi/letak tali pusat ke plasenta :

  • Tengah : insertio sentralis
  • Sedikit ke samping: insertio paracentralis
  • Samping : insertio lateralis
  • Pinggir : insertio marginalis
  • Di luar plasenta/di selaput janin : insertio velamentosa

b. Struktur Plasenta

Placenta berbentuk bundar/hampir bundar : diameter 15-20cm & tebal ±2,5cm, berat rata-rata 500gr. Umumnya placenta terbentuk lengkap pada kehamilan < 16 mgg dengan ruang amnion telah mengisi seluruh kavum uteri. Letak placenta umumnya di depan/di belakang dinding uterus, agak ke atas kearah fundus uteri. Karena alasan fisiologis, permukaan bagian atas korpus uteri lebih luas, sehingga lebih banyak tempat untuk berimplementasi. Jika diteliti benar, maka placenta sebenarnya berasal dari sebagian besar dari bagian janin, yaitu villi koriales/jonjot chorion & sebagian kecil dari bagian ibu yang berasal dari desidua basalis.

3)   Jelaskan secara singkat tentang fungsi placenta, tali pusat dan amnion?

JAWABANNYA

a.    Fungsi Placenta adalah:

  • Sebagai alat yang memberi makanan pada janin (nutritif).
  • Sebagai alat yang mengeluarkan metabolisme (ekskresi).
  • Sebagai alat yang memberi zat asam, dan mengeluarkan zat CO2 (respirasi)
  • Endokrin : menghasilkan hormon-hormon : hCG, HPL, estrogen,progesteron, dan sebagainya (cari / baca sendiri).
  • Imunologi : menyalurkan berbagai komponen antibodi ke janin
  • Farmakologi : menyalurkan obat-obatan yang mungkin diperlukan janin, yang diberikan melalui ibu.
  • Proteksi : barrier terhadap infeksi bakteri dan virus, zat-zat toksik (tetapi akhir2 ini diragukan, karena pada kenyataanya janin sangat mudah terpapar infeksi/ intoksikasi yang dialami ibunya)
  • b.   Fungsi Tali Pusat adalah:
  • · Sebagai saluran yang menghubungkan antara plasenta dan bagian tubuh janin sehingga janin mendapat asupan oksigen, makanan dan antibodi dari ibu yang sebelumnya diterima terlebih dahulu oleh plasenta melalui vena umbilicalis.
    • Saluran pertukaran bahan-bahan kumuh seperti urea dan gas karbon dioksida yang akan meresap keluar melalui arteri umbilicalis.
  1. c.    Fungsi Cairan Amnion adalah:
  •   Melindungi janin trauma dari luar
  •   Memungkinkan janin bergerak dengan bebas
  •   Menstabilkan suhu tubuh janin
  •   Meratakan tekanan dalam uterus pada saat partus sehingga serviks membuka
  •   Membersihkan jalan lahir bila ketuban yang pecah dengan cairan yang steril dan mempengaruhi keadaan di dalam vagina, bayi kurang mengalami infeksi.

4)   Jelaskan secara singkat tentang pertumbuhan janin pada minggu ke-4.8.12.16,20,24,28,32,38?

JAWABANNYA

  1. a.        Pada minggu ke-4 :

Bayi berbentuk embrio. Embrio memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin – HCG), sehingga apabila kita melakukan test kehamilan, hasilnya positif. Janin mulai membentuk struktur manusia. Saat ini telah terjadi pembentukan otak dan tulang belakang serta jantung dan aorta (urat besar yang membawa darah ke jantung).

  1. b.        Pada minggu ke-8

Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak perubahan yang terjadi pada bayi. Jika kita bisa melihat , ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Brochi, saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia memiliki siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah pembuahan. bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada dibawah membran kulit yang tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum sempurna.

  1. c.         Pada minggu ke-12

Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung kecil. Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah penuh. Usus bayi telah berada di dalam rongga perut. Akibat meningkatnya volume darah ibu, detak jantung janin bisa jadi meningkat. Panjangnya sekitar 63 mm dan beratnya 14 gram. Mulai proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Bayi membesar beberapa millimeter setiap hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata.

  1. d.        Pada minggu ke-16

Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Bayi telah mempunyai tulang yang kuat dan mulai bisa mendengar suara. Dalam proses pembentukan ini system peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi. Janin mulai bergerak. Tetapi tak perlu kuatir jika kita tak merasakannya. Semakin banyak kalsium yang disimpan dalam tulang bayi seiring dengan perkembangan kerangka. Bayi Anda berukuran 116 mm dan beratnya 80 gram.

  1. e.         Pada minggu ke-20

Setengah perjalanan telah dilalui. Kini, beratnya mencapai 260 gram dan panjangnya 14-16 cm. Dibawah lapisan vernix, kulit bayi mulai membuat lapisan dermis, epidermis dan subcutaneous. kuku tumbuh pada minggu ini. Proses penyempurnaan paru-paru dan system pernafasan. Pigmen kulit mulai terlihat

  1. f.         Pada minggu ke-24

Paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi masih menerima oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup di luar rahim, paru-paru bayi mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara tetap mengembang. Kulit bayi mulai menebal.

  1. g.        Pada minggu ke-28

Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm. Otak bayi semakin berkembang dan meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh. Lemak dalam badan mulai bertambah. Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.

  1. h.        Pada minggu ke-32  

Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan punggung saat dilahirkan. Dengan berat 1800 gram dan panjang 29 cm, kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim sudah lebih baik apabila di dilahirkan pada minggu ini. Kulit bayi semakin merah, kelopak matanya juga telah terbuka dan system pendengaran telah terbentuk dengan sempurna. Kuku dari jari mungil tangan dan kaki si kecil sudah lengkap dan sempurna. Rambutnya pun semakin banyak dan semakin panjang. Bayi sudah mulai bisa bermimpi.

  1. i.          Pada minggu ke-38

Minggu ke-38 hingga minggu ke-40 : Proses pembentukan telah berakhir dan bayi siasiap dilahirkan siap dilahirkan.

Askep pada pasien Rinitis

0

Laporan Pendahuluan Asuhan Keperawatan

Pada Pasien Rinitis

  1. Definisi

Rhinitis adalah peradangan selaput lendir hidung. (Dorland, 2002). Rhinitis adalah istilah untuk peradangan mukosa.

Rinitis adalah suatu inflamasi membran mukosa hidung dan mungkin dikelompokkan baik sebagai rinitis alergik atau nonalergik. Rinitis non-alergik paling sering disebabkan oleh infeksi saluran nafas atas, termasuk rinitis viral (Common cold) dan rhinitis nasal dan bacterial. Terjadi sebagai akibat masuknya benda asing kedalam hidung, deformitas structural, neoplasma, dan massa. Rhinitis mungkin suatu menifestasi alergi, dimana kasus ini disebut sebagai rhinitis alergik. (Smeltzer, Suzanne C. 2002. Hal 547-548).

Menurut sifatnya dapat dibedakan menjadi dua:

  1. Rhinitis akut (coryza, commond cold) merupakan peradangan membran mukosa hidung dan sinus-sinus aksesoris yang disebabkan oleh suatu virus dan bakteri. Penyakit ini dapat mengenai hampir setiap orang pada suatu waktu dan sering kali terjadi pada musim dingin dengan insidensi tertinggi pada awal musim hujan dan musim semi.
  2. Rhinitis kronis adalah suatu peradangan kronis pada membran mukosa yang disebabkan oleh infeksi yang berulang, karena alergi, atau karena rinitis vasomotor.
  1. Klasifikasi Rinitis
  2. Rinitis alergi musiman(Hay Fever)

Biasanya terjadi pada musim semi.Umumnya disebabkan kontak dengan allergen dari luar rumah, seperti benang sari dari tumbuhan yang menggunakan angin untuk penyerbukannya, debu dan polusi udara atau asap.

Gejala :

Hidung, langit-langit mulut, tenggorokan bagian belakang dan mata terasa gatal, baik secara tiba-tiba maupun secara berangsur-angsur. Biasanya akan diikuti dengan mata berair, bersin-bersin dan hidung meler. Beberapa penderita mengeluh sakit kepala, batuk dan mengi (bengek); menjadi mudah tersinggung dan deperesi; kehilangan nafsu makan dan mengalami gangguan tidur. Terjadi peradangan pada kelopak mata bagian dalam dan pada bagian putih mata (konjungtivitis). Lapisan hidung membengkak dan berwarna merah kebiruan, menyebabkan hidung meler dan hidung tersumbat.

Pengobatan:

Pengobatan awal untuk rinitis alergika musiman adalah antihistamin. Pemberian antihistamin kadang disertai dengan dekongestan (misalnya pseudoephedrine atau fenilpropanolaminn) untuk melegakan hidung tersumbat. Pemakaian dekongestan pada penderita tekanan darah tinggi harus diawasi secara ketat. Bisa juga diberikan obat semprot hidung natrium kromolin; efeknya terbatas pada hidung dan tenggorokan bagian belakang. Jika pemberian antihistamin dan kromolin tidak dapat mengendalikan gejala-gejala, maka diberikan obat semprot kortikosteroid. Jika obat semprot kortikosteroid masih juga tidak mampu meringankan gejala, maka diberikan kortikosteroid per-oral selama kurang dari 10 hari.

  1. Rinitis alergi yang terjadi terus menerus (perennial)

Disebabkan bukan karena musim tertentu ( serangan yang terjadi sepanjang masa (tahunan)) diakibatkan karena kontak dengan allergen yang sering berada di rumah misalnya kutu debu rumah, bulu binatang peliharaan serta bau-bauan yang menyengat.

Gejala:

Hidung, langit-langit mulut, tenggorokan bagian belakang dan mata terasa gatal, baik secara tiba-tiba maupun secara berangsur-angsur. Biasanya akan diikuti dengan mata berair, bersin-bersin dan hidung meler. Beberapa penderita mengeluh sakit kepala, batuk dan mengi (bengek); menjadi mudah tersinggung dan deperesi; kehilangan nafsu makan dan mengalami gangguan tidur. Jarang terjadi konjungtivitis. Lapisan hidung membengkak dan berwarna merah kebiruan, menyebabkan hidung meler dan hidung tersumbat. Hidung tersumbat bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan tuba eustakius di telinga, sehingga terjadi gangguan pendengaran, terutama pada anak-anak. Bisa timbul komplikasi berupa sinusitis (infeksi sinus) dan polip hidung.

Pengobatan :

Pengobatan awal untuk rinitis alergika musiman adalah antihistamin. Pemberian antihistamin kadang disertai dengan dekongestan (misalnya pseudoefedrin atau fenilpropanolamin) untuk melegakan hidung tersumbat. Pemakaian dekongestan pada penderita tekanan darah tinggi harus diawasi secara ketat.

Bisa juga diberikan obat semprot hidung natrium kromolin; efeknya terbatas pada hidung dan tenggorokan bagian belakang. Jika pemberian antihistamin dan kromolin tidak dapat mengendalikan gejala-gejala, maka diberikan obat semprot kortikosteroid; tidak dianjurkan untuk memberikan kortikosteroid per-oral (melalui mulut).

Obat tetes atau obat semprot hidung yang mengandung dekongestan dan bisa diperoleh tanpa resep dokter, sebaiknya digunakan tidak terlalu lama karena bisa memperburuk atau memperpanjang peradangan hidung. Kadang perlu dilakukan pembedahan untuk membuang polip atau pengobatan terhadap infeksi sinus.

  1. Rhinitis Non Alergi

Rhinitis non allergi disebabkan oleh : infeksi saluran napas (rhinitis viral dan rhinitis bakterial, masuknya benda asing kedalam hidung, deformitas struktural, neoplasma, dan massa, penggunaan kronik dekongestan nasal, penggunaan kontrasepsi oral, kokain dan anti hipertensif.

Gejala :

Kongesti nasal, rabas nasal (purulent dengan rhinitis bakterialis), gatal pada nasal, bersin-bersin, sakit kepala.

Terapi Medik :

Pemberian antihistamin, dekongestan, kortikosteroid topikal, natrium kromolin.

  1. Etilogi Rinitis

Rhinitis alergi adalah penyakit peradangan yang diawali oleh dua tahap sensitisasi yang diikuti oleh reaksi alergi. Reaksi alergi terdiri dari dua fase yaitu :

  1. Immediate Phase Allergic Reaction, berlangsung sejak kontak dengan allergen hingga 1 jam setelahnya
  2. Late Phase Allergic Reaction, reaksi yang berlangsung pada dua hingga empat jam dengan puncak 6-8 jam setelah pemaparan dan dapat berlangsung hingga 24 jam.
  1. Tanda dan Gejala
    1. Bersin berulang-ulang, terutama setelah bangun tidur pada pagi hari (umumnya bersin lebih dari 6 kali).
    2. Hidung tersumbat.
    3. Hidung meler. Cairan yang keluar dari hidung meler yang disebabkan alergi biasanya bening dan encer, tetapi dapat menjadi kental dan putih keruh atau kekuning-kuningan jika berkembang menjadi infeksi hidung atau infeksi sinus.
    4. Hidung gatal dan juga sering disertai gatal pada mata, telinga dan tenggorok.
    5. Badan menjadi lemah dan tak bersemangat.

Gejala klinis yang khas adalah terdapatnya serangan bersin yang berulang-ulang terutama pada pagi hari, atau bila terdapat kontak dengan sejumlah debu. Sebenarnya bersin adalah mekanisme normal dari hidung untuk membersihkan diri dari benda asing, tetapi jika bersin sudah lebih dari lima kali dalam satu kali serangan maka dapat diduga ini adalah gejala rhinitis alergi.

Gejala lainnya adalah keluar ingus (rinore) yang encer dan banyak. Hidung tersumbat, mata gatal dan kadang-kadang disertai dengan keluarnya air mata.

Tanda dan gejala rinitis adalah rongesti nasal, nafas nasal (purulen dengan renitis bakterialis ) gatal pada nasal, dan bersin-bersin. Sakit kepala dapat saja terjadi, terutama jika terdapat juga sinusitis. (Smeltzer, Suzanne C. 2002. Hal 548).

  1. Patologi

Terdapat hipersekresi kelenjar serosa pada mukosa traktus respiratoris terutama pada mukosa hidung dan sinus, metaplasia epitel bersilia dan peninggian relative sel cangkir. Membrana propria hidung dan sinus menjadi sembab dan terdiri dari cairan interstitium. Sel jaringan interstitium membentuk serbukkan seluler yang terdiri dari sel plasma, limfosit, monosit, dan eosinofil. Endotel pembuluh darah  membengkak sehingga permeabilitasnya meninggi diikuti eksudasi serosa. (Perawatan Anak Sakit: Ngastiyah, 2003)

Patofisiologi rhinitis adalah terjadinya inflamasi dan pembengkakkan mukosa hidung, sehingga menyebabkan edema dan mengeluarkan secret hidung. Rhinitis persisten (menetap) mengakibatkan sikatrik fibrosa pada jaringan pengikat dan antropi kelenjar yang mengeluarkan lendir atau ingus.

  1. Pemeriksaan Diagnostik

Diagnosis rinitis alergika berdasarkan pada keluhan penyakit, tanda fisik dan uji laboratorium. Keluhan pilek berulang atau menetap pada penderita dengan riwayat keluarga atopi atau bila ada keluhan tersebut tanpa adanya infeksi saluran nafas atas merupakan kunci penting dalam membuat diagnosis rinitis alergika. Pemeriksaan fisik meliputi gejala utama dan gejala minor. Uji laboratorium yang penting adalah pemeriksaan in vivo dengan uji kulit goresan, IgE total, IgE spesifik, dan pemeriksaan eosinofil pada hapusan mukosa hidung. Uji Provokasi nasal masih terbatas pada bidang penelitian.

  1. Penatalaksanaan

Penatalaksanaan rinitis tergantung pada penyebab,yang mungkin diidentifikasi dengan riwayat kesehatan komplit dan menanyakan pasien dengan kemungkinan pemajanan terhadap allergen di rumah, lingkunan, atau di tempat kerja. Jika gejala menunjukkan ringitis alergik, mungkin dilakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi kemungkinan allergen. Terapi obat-obatan termasuk antihistamin, dekongestan, kortikosteroid topical, dan natrium kromolin. Obat-obatan yang resepkan biasanya digunakan dalam beberapa kombinasi, tergantung pada gejala pasien. ( Smeltzer, Suzanne C. 2002. Hal 548).

Pasien dengan rinitis alergik diinstruksikan untuk menghindari alergen atau iritan, seperti debu, asap, bau, tepung, sprei, atau asap tembakau . Sprei nasal salin mungkin dapat membantu dalam menyembuhkan membrane mukosa, melunakan sekresi yang kering, dan menghilangkan iritan. Untuk mencapai kesembuhan maksimal, pasien diinstruksikan untuk menghembuskan hidung sebelum memberikan obat apapun ke dalam rongga hidung.

Pengobatan bersifat individual karena reaksi alergis tidak selalu sama pada tiap individu. Obat yang biasa diberikan adalah :

  1. Antihistamin, kortikosteroid, dan obat tetes hidung vasokontriktor.
  2. Pengobatan spesifik tehadap alergen tertentu setelah uji kerentanan.
  1. Komplikasi
    1. Polip hidung. Rinitis alergi dapat menyebabkan atau menimbulkan kekambuhan polip hidung.
    2. Otitis media. Rinitis alergi dapat menyebabkan otitis media yang sering residif dan terutama kita temukan pada pasien anak-anak.
    3. Sinusitis kronik
    4. Otitis media dan sinusitis kronik bukanlah akibat langsung dari rinitis alergi melainkan adanya sumbatan pada hidung sehingga menghambat drainase

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Rinitis

  1. A.      PENGKAJIAN
    1. Identitas (Nama,  jenis kelamin,  umur ,  bangsa )
    2. keluhan utama : Bersin-bersin, hidung mengeluarkan sekret, hidung tersumbat, dan hidung gatal
    3. Riwayat peyakit dahulu: Pernahkan pasien menderita penyakit THT sebelumnya.
    4. Riwayat keluarga : Apakah keluarga adanya yang menderita penyakit yang di alami pasien
    5. Pemeriksaan fisik :

Inspeksi : permukaan hidung terdapat sekret mukoid

Palpasi : nyeri, karena adanya inflamasi

f.  Pemeriksaan penunjang :

Pemeriksaan nasoendoskopi

Pemeriksaan sitologi hidung

Hitung eosinofil pada darah tepi

Uji kulit allergen penyebab

 

  1. B.       DIAGNOSA
    1. Cemas berhubungan dengan Kurangnya Pengetahuan tentang penyakit dan prosedur tindakan medis.
    2. Ketidakefektifan jalan nafas berhubungan dengan obstruksi /adanya secret yang mengental
    3. Gangguan pola istirahat berhubungan dengan penyumbatan pada hidung
    4. Gangguan konsep diri berhubungan dengan rhinore
  1. C.      INTERVENSI
    1. Cemas berhubungan dengan Kurangnya Pengetahuan tentang penyakit dan prosedur tindakan medis

Tujuan : Cemas klien berkurang/hilang

Kriteria : Klien akan menggambarkan tingkat kecemasan dan pola kopingnya. Klien mengetahui dan mengerti tentang penyakit yang dideritanya serta pengobatannya.

Intervensi Rasional
  1. Kaji tingkat kecemasan klien
  2. Berikan kenyamanan dan ketentamanpada klien :

–          Temani klien

–          Perlihatkan rasa empati (datang dengan menyentuh klien)

  1. Berikan penjelasan pada klien tentang penyakit yang dideritanya perlahan, tenang seta gunakan kalimat yang jelas, singkat mudah dimengerti
  2. Singkirkan stimulasi yang berlebihan misalnya :

–          Tempatkan klien diruangan yang lebih tenang

–          Batasi kontak dengan orang lain /klien lain yang kemungkinan mengalami kecemasan

  1. Observasi tanda-tanda vital.
  2. Bila perlu, kolaborasi dengan tim medis
    1. Menentukan tindakan selanjutnya
    2. Memudahkan penerimaan klien terhadap informasi yang diberikan
    3. Meningkatkan pemahaman klien tentang penyakit dan terapi untuk penyakit tersebut sehingga klien lebih kooperatif
    4. Dengan menghilangkan stimulus yang mencemaskan akan meningkatkan ketenangan klien.
    5. Mengetahui perkembangan klien secara dini.
    6. Obat dapat menurunkan tingkat kecemasan klien
  1. Ketidakefektifan jalan nafas berhubungan dengan obstruksi/adanya secret yang mengental.

Tujuan : Jalan nafas efektif setelah secret dikeluarkan

Kriteria : Klien tidak bernafas lagi melalui mulut dan jalan nafas kembali normal terutama hidung

Intervensi Rasional
  1. Kaji penumpukan secret yang ada
  2. Observasi tanda-tanda vital.
  3. Kolaborasi dengan team medis
  4. Mengetahui tingkat keparahan dan tindakan selanjutnya
  5. Mengetahui perkembangan klien sebelum dilakukan operasi
  6. Kerjasama untuk menghilangkan obat yang dikonsumsi
  1. Gangguan pola istirahat berhubungan dengan penyumbatan pada hidung

Tujuan : Klien dapat istirahat dan tidur dengan nyaman

Kriteria : Klien tidur 6-8 jam sehari

Intervensi Rasional
  1. Kaji kebutuhan tidur klien.
  2. Ciptakan suasana yang nyaman.
  3. Anjurkan klien bernafas lewat mulut
  4. Kolaborasi dengan tim medis pemberian obat
    1. Mengetahui permasalahan klien dalam pemenuhan kebutuhan istirahat tidur
    2. Agar klien dapat tidur dengan tenang
    3. Pernafasan tidak terganggu.
    4. Pernafasan dapat efektif kembali lewat hidung
  1. Gangguan konsep diri berhubungan dengan rhinore
Intervensi Rasional
  1. Dorong individu untuk bertanya mengenai masalah, penanganan, perkembangan dan prognosis kesehatan
  2. Ajarkan individu menegenai sumber komunitas yang tersedia, jika dibutuhkan (misalnya : pusat kesehatan mental)
  3. Dorong individu untuk mengekspresikan perasaannya, khususnya bagaimana individu merasakan, memikirkan, atau memandang dirinya
  4. Memberikan minat dan perhatian, memberikan kesempatan untuk memperbaiakikesalahan konsep
  5. Pendekatan secara komperhensif dapat membantu memenuhi kebutuhan pasienuntuk memelihara tingkah laku koping
  6. Dapat membantu meningkatkan tingkat kepercayaan diri, memperbaiki harga diri, mrnurunkan pikiran terus menerus terhadap perubahan dan meningkatkan perasaan terhadap pengendalian diri
  1. D.      IMPLEMENTASI

Melaksanakan tindakan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan rencana.Pelaksanaannya mengacu pada rencana tindakan yang telah dirumuskan, selama melaksanakan tindakan perawat menilai efektivitas tindakan keperawatan dan respon pasien, juga mencatat dan melaporkan tindakan perawatan yang diberikan serta mencatat reaksi pasien yang timbul (Doenges.(2009). Hal :426-880).

  1. Mendorong individu untuk bertanya mengenai masalah, penanganan, perkembangan dan prognosis kesehatan
  2. Mengatur kelembapan ruangan untuk mencegah pertumbuhan jamur
  3. Menjauhkan hewan berbulu dari pasien alergi, namun hal ini sering tidak dipatuhi terutama oleh pecinta binatang
  4. Membersihkan kasur secara rutin

 

Perawatan

  1. If there is inflammation in the nose, the treatment of choice for this form of non-allergic rhinitis is nasal corticosteroid sprays.Jika ada peradangan di hidung, perlakuan pilihan formulir ini untuk non-alergi rhinitis adalah sengau corticosteroid sprays.
  2. If there is a lot of runny nose, ipratropium nasal spray can provide relief against this symptom in non-allergic rhinitis. Jika ada banyak pilek, ipratropium sengau semprot dapat menyediakan bantuan terhadap gejala ini di non-alergi rhinitis.
  3. If nasal congestion is a major problem, decongestant pills or sprays can be used, but the sprays should not be used for long periods of time,Jika hidung tersumbat adalah masalah besar, decongestant tablet atau sprays dapat digunakan, tetapi sprays tidak boleh digunakan untuk waktu lama,
  4. Recently, an antihistamine nasal spray has been found helpful in relieving the symptoms of non-allergic rhinitis.Baru-baru ini, sebuah antihistamine sengau semprot telah bermanfaat dalam melegakan gejala non-alergi rhinitis.
  5. By learning about the causes and symptoms of various forms of rhinitis, you will be better able to identify your symptoms and triggers. Dengan belajar tentang penyebab dan gejala dari berbagai bentuk rhinitis, Anda akan dapat lebih baik untuk mengidentifikasi gejala dan memicu. Your allergist/immunologist can assist by making an accurate diagnosis and developing an effective treatment plan for you. Anda allergist / immunologist dapat membantu dengan membuat diagnosa yang akurat dan mengembangkan rencana perawatan yang efektif untuk Anda.
  1. E.       EVALUASI

Evaluasi dilakukan dengan mengacu pada tujuan dan kriteria yang telah ditetapkan dalam perencanaan.

  1. Mengetahui tentang penyakitnya
  2. Sudah bisa bernafas melalui hidung dengan normal
  3. Bisa tidur dengan nyenyak
  4. Mengutarakan penyakitnya tentang perubahan penampilannya

KESIMPULAN

Rhinitis adalah suatu inflamasi ( peradangan ) pada membran mukosa di hidung. (Dipiro, 2005). Rhinitis adalah peradangan selaput lendir hidung. ( Dorland, 2002 )

Berdasarkan cara masuknya allergen dibagi atas :

  1. Alergen Inhalan, yang masuk bersama dengan udara pernafasan, misalnya debu rumah, tungau, serpihan epitel dari bulu binatang serta jamur
  2. Alergen Ingestan, yang masuk ke saluran cerna, berupa makanan, misalnya susu, telur, coklat, ikan dan udang
  3. Alergen Injektan, yang masuk melalui suntikan atau tusukan, misalnya penisilin atau sengatan lebah
  4. Alergen Kontaktan, yang masuk melalui kontak dengan kulit atau jaringan mukosa, misalnya bahan kosmetik atau perhiasan

Anatomi Alat Reproduksi

0

Nama Kelompok : Kelompok 10B-12B

Kelas                     : B/KP/V

Tugas                     : Resume Praktikum Obsgyn

ORGAN REPRODUKSI PRIA DAN WANITA

Organ Reproduksi Pria

  1. Testis

Merupakan kelenjar reproduksi pria tempat spermatozoa dan hormon pria dibentuk. Testis ini terletak menggantung pada urat-urat spermatic di dalam skrotum. Sepasang kelenjar yang masing-masing sebesar telur ayam tersimpan di dalam stratum masing-masing di tunika albugenia testis. Di belakang testis, selaput ini agar menetes sehingga membentuk suatu bagian yang disebut mediastinum testis.

Fungsi testis terdiri dari :

  1. Membentuk gawet-gawet baru yang spermatozoa dilakukan di tubulus seminiferus.
  2. Menghasilkan hormon testoteron, dilakukan oleh sel interstisial.
  3. Untuk memproduksi testoteron yaitu hormon yang mengendalikan sifat-sifat sekunder kejantanan.
  4. Untuk memproduksi spermatozoa

b.   Epididimis

Epididimis merupakan pipa halus yang berkelok-kelok masing-masing panjang 6 meter, yang menghubungkan testis dengan vbas deferens.

Fungsi dari epididimis adalah :

Sebagai saluran penghantar testis, mengatur sperma sebelum di ejabulasi dan memproduksi semen.

c.   Duktus Deferens

Merupakan kelanjutan dari epididimis ke kanalis inguinalis, yang berjalan masuk ke dalam rongga perut terus ke kandung kemih di belakang kandung kemih akhirnya bergantung dengan saluran vesika semiminalis dan selanjutnya membentuk ejakulatorius dan bermuara di prostate, panjang duktus deferens 5040 cm berjalan bersama pembuluh pembuluh darah dan saraf dalam funikulus spermatikus melalui kanalis inguinalis memanjang pada bagian akhir terbentuk kumparan disebut ampula duktus deferentis, terletak dalam asteum vesika.

d.    Vesikula Seminalis

Vesikula seminalis adalah dua buah kelenjar tubular yang terletak di kanan dan dikiri, belakang leher kandung kencing (vesika urinaria) yang berbentuk seperti pyramid, panjang kelenjar ini 5-10 cm merupakan kelenjar sekresi menghasilkan zat mukoid yang mengandung fruktosa.

Fungsi vesikula seminalis adalah :

  1. Menyekresi cairan basa yang mengandung nutrisi yang membentuk sebagian besar cairan semen.
  2. Zat mukoid merupakan sumber energi spermatozoa.

e.  Duktus Ejakulatori

Duktus yang dibentuk oleh gabungan duktus vesikula seminalis dan duktus deferen duktus ini berawal di dasar prostate dan berakhir di utrikel prostatik di uretra.

f.   Penis

Terletak menggantung didepan skortum. Bagian ujung penis disebut glan penis, bagian tengah korpus penis dan pangkalnya disebut radik penis, gian penis tertutup oleh kulit korpus penis, kulip penutup ini disebut prepitium. Penis merupakan organ tubular yang sangat banyak disuplai oleh vena besar yang dapat diisi darah yang dapat menyebabkan organ ereksi.  Muskulus iskia kavernosus, muskulus erector penis, otot-otot ini menyebabkan erektil (ketegangan) pada waktu koitus persetubuhan.

g.    Prostat

Prostat mengelilingi uretra pria. Ukurannya seperti kostanye chestnut dan berisi uretra serta brutus ejakulaktorius. Sebagian prostate mengandung kelenjar glandular dan sebagian lagi otot infolunter dan menghasilkan secret yang disebut semen yang basa dan mendukung nutrisi sperma.

Fungsi kelenjar prostas

Menambah cairan alkalis pada cairan seminalis, yang berguna untuk melindungi spermatozoa terhadap tekanan yang terdapat pada uretia dan vagina.

h.   Kelenjar Bulbo Uretra

Letaknya dibelakang lateral pais membranes uretia bentuknya bundar, kecil berwarna kuning dan panjangnya 2,5 cm.

i.   Skrotum

Merupakan kantong yang mengandung di dasar pelvis, di mana sepasang testis tersimpan di depan skrotum terletak penis, dibelakang skrotum terletak anus.

j.   Vas Deferens

Adalah sebuah saluran yang berjalan dari bagian bawah epididimis. Naik kebelakang testis, masuk ke tali maris (funikulus spermatikus) dan mencapai rongga abdomen melalui saluran inguinal dan akhirnya berjalan masuk ke dalam pelvis.

Organ Reproduksi Wanita

Organ genital eksterna wanita

  1. Mons pubis
  2. Labia mayora dan labia minora
  3. Klitoris
  4. Vestibula Vagina
  5. Kelenjar vestibular besar

Organ bagian Internal

  1. 1.      Vagina
  2. Cervix
  3. Uterus
  4. Tuba Fallopi (Tuba Uterina)
  5. Ovarium
  6. Ampula

Adalah daerah yang membesar dan merupakan tempat biasanya berlangsungnya fertilisasi panjang ampulla adalah 5 cm.